Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meredam potensi banjir akibat curah hujan tinggi, banjir kiriman, maupun banjir rob. Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Hendri, menyebut penyiagaan pompa dan pengerukan menjadi fokus utama.
“Untuk mengantisipasi potensi banjir di Jakarta, baik banjir akibat curah hujan tinggi, banjir kiriman, maupun banjir rob, Dinas SDA telah melakukan berbagai upaya strategis,” ujar Hendri, di Jakarta, Selasa (19 /8).
Hendri menjelaskan, terdapat 602 unit pompa stasioner yang tersebar di 205 lokasi serta 573 unit pompa mobile di lima wilayah administrasi Jakarta. Dengan begitu, totalnya Pemprov DKI menyiapkan 1175 pompa untuk mengantisipasi banjir Jakarta.
Pompa mobile digunakan untuk menjangkau titik banjir yang tidak dapat ditangani pompa stasioner. Selain itu, Dinas SDA bersama Kementerian PUPR juga mengintensifkan normalisasi Kali Ciliwung untuk mengurangi risiko banjir kiriman dari 13 sungai.
Pengerukan lumpur di sungai, kali, waduk, dan embung dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung. Revitalisasi waduk serta penerapan sistem polder juga dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir.
"Tidak hanya mengandalkan peralatan, Dinas SDA turut menyiagakan sekitar 7.000 personel pasukan biru di lapangan. Satuan tugas ini diproyeksikan mempercepat respons penanganan banjir, baik pra maupun saat kejadian," bebernya.
Lebih lanjut, pihaknya juga berkoordinasi lintas wilayah, Hendri menegaskan komunikasi aktif terus dilakukan dengan daerah penyangga. “Koordinasi dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta dengan kepala daerah terkait seperti Wali Kota dan Bupati Bogor, Wali Kota Tangerang, dan Wali Kota Bekasi,” jelasnya.
Menurut Hendri, kolaborasi dengan daerah hulu maupun penyangga sangat krusial agar upaya mitigasi di Jakarta dapat berjalan maksimal. Dengan kesiapan sarana, prasarana, serta personel, ia berharap dampak banjir di Ibu Kota bisa ditekan bahkan dihilangkan.
Langkah BPBD DKI
Terpisah, Kepala Pusat Data dan Indonesia Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan selain melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pihaknya juga terus melakukan berbagai langkah mitigasi.
Ia menjelaskan, upaya mitigasi tidak hanya bertumpu pada teknologi modifikasi cuaca, tetapi juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, optimalisasi infrastruktur pengendali banjir. "Penguatan sistem informasi peringatan dini berbasis data cuaca, tinggi muka air, dan potensi genangan yang disebarluaskan secara real time kepada masyarakat," bebernya.
Lebih lanjut, BPBD DKI juga melakukan simulasi kesiapsiagaan dan pelatihan kebencanaan dilakukan di tingkat RW/kelurahan untuk memastikan masyarakat siap melakukan evakuasi bila diperlukan. (M-1)
Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Skema kerja sama dengan pengembang di sepanjang trase akan mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengelolaan TOD dan pembiayaan proyek.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Letaknya yang strategis di samping JIS menjadikannya salah satu titik potensial untuk pengembangan wisata urban di Jakarta Utara.
Menurut Pramono, dengan dukungan konektivitas tersebut, penyelenggaraan kegiatan berskala besar di JIS dan Ancol akan lebih mudah dijangkau masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved