Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI mengumpulkan keterangan saksi untuk menyelidiki lebih lanjut kasus dugaan pemukulan yang dilakukan Aiptu IC terhadap tersangka kecelakaan maut di Pasar Minggu, Handana Riadi.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan Handana telah melaporkan pemukulan itu ke Polres Jakarta Selatan. Untuk mendalami lebih lanjut, polisi akan mencari keterangan saksi saat pemukulan yang berujung pada kecelakaan maut itu.
"Penyidik Polres Jaksel yang akan mengembangkan perkara ini untuk mencari saksi lain di sekitar TKP yang diperkirakan depan SMP Suluh di Jalan Mangga Besar, Pasar Minggu," kata Sambodo, di kantornya, Senin (28/12).
Sambodo mengatakan, penyidik Polres Jakarta Selatan juga akan meminta keterangan dari Handan yang kini ditahan di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
"Penyidik Jaksel akan jemput bola akan mendatangi pelapor. Saudara H yang saat ini berada di tahanan kita untuk mengambil keterangan pelapor sebagai saksi korban," kata Sambodo.
Sementara itu, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono mengatakan pihaknya telah mendatangi Handana di Polda Metro Jaya. Budi mengatakan Handana meminta kuasa hukumnya datang ke Polres Jaksel sebelum memberi keterangan sebagai saksi pelapor.
"Tadi sudah didatangi ke Polda. Yang bersangkutan meminta menunggu penasihat hukum yang akan datang ke Polres dulu. Baru nanti sama-sama mendampingi untuk meminta keterangan yang bersangkutan," kata Budi.
Baca juga : Ikut Terlibat Kecelakaan Maut, Aiptu IC Bisa Jadi Tersangka
Sebelumnya, Aiptu IC terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang terjadi pada Jumat (25/12) pukul 11:00 WIB. Mobil Innova yang dikemudikan Aiptu IC menabrak tiga pesepeda motor yang salah satunya tewas, yakni Pinkan Lumintang.
Polisi telah menetapkan pengemudi Hyundai, Handana Riadi, 25, sebagai tersangka dalam kecelakaan itu.
Dari gelar perkara yang dilakukan dengan melihat bukti dan keterangan saksi, Handana ditetapkan tersangka, karena memicu terjadinya kecelakaan beruntun yang menewaskan satu orang tersebut.
Selain itu, dari kerusakan yang dialami mobil Handana di sisi pintu depan hingga bagian belakang juga memperlihatkan bekas tabrakan.
Sebelumnya, sempat terjadi cekcok dan terjadi pemukulan terhadap Handana. Ia berusaha menghentikan mobil milik Aiptu Imam, karena ingin meminta pertanggungjawaban. Namun, keinginan itu malah berujung petaka.
Handana dianggap menyalip dan menabrak mobil milik Aiptu IC hingga kehilangan kendali dan menabrak 3 pengemudi sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. Satu di antaranya tewas, yakni Pinkan Lumintang, 30. (OL-7)
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Korban pertama kecelakaan ATR 42-500 di Balocci, Pangkep dievakuasi. Ia ditemukan tewas di jurang 200 m saat SAR dihantam cuaca ekstrem. Kabut pekat visibilitas 5 m.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di jalur arah Surabaya menuju Malang, tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Porong.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi di Jalur A Jajan Tol KM 426.400 Semarang-Bawen tepatnya di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang Selasa (6/1) pagi, dengan korban 1 tewas dan 6 luka.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved