Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI membekuk lima orang yang merupakan sindikat pencuri di rumah warga dengan dalih sebagai petugas kelurahan untuk mengukur tanah. Lima tersangka yang diamankan itu, yakni JF, FH, S, RH, MAG.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan kelima pelaku yang tergabung dalam kelompok Pandawa itu ditangkap di empat lokasi, yakni Grogol, Bekasi, Tanah Tinggi, dan dua tersangka di Bogor.
Dua pelaku, FH dan MAG harus ditembak dengan timah panas, karena mencoba melawan petugas.
"Karena berusaha melawan petugas akhirnya petugas melakukan tindakan tegas dan terukur ke arah kaki," kata Arsya, ketika konferensi pers, Kamis (26/11).
Arsya mengatakan tertangkapnya kelompok Pandawa ini merupakan pengembangan dari kasus pencurian di Cengkareng pada 12 November lalu. Arsya mengatakan para pelaku awalnya berkeliling mencari rumah yang sepi. Setelah mengetahui di rumah itu hanya ada satu atau dua orang dan tidak ada cctv di rumah itu, mereka langsung menjalan aksinya.
Baca juga : Polisi Tangkap 2 Artis Terkait Prostitusi Online
Saat melakukan aksinya itu, dua pelaku berpura-pura sebagai petugas kelurahan untuk mengukur tanah dan mencoba mengalihkan perhatian pemilik rumah. Saat pemilik rumah lengah, rekannya yang lain menyelinap ke rumah dan menggasak dan membawa kabur barang milik korban.
Arsya mengatakan geng Pandawa itu dalam kurun waktu 2020 telah melakukan 24 tindak pidana serupa di Jabodetabek. Arsya mengatakan kelompok ini juga membekali dirinya dengan senjata tajam dan akan menggunakannya jika korban melawan.
"Di Jakarta Barat ada 4 TKP," kata Arsya.
Lebih lanjut, Arsya mengatakan para tersangka berbuat kriminal karena terhimpit masalah ekonomi.
"Pelaku ini tidak memiliki mata pencarian yang lain. Lalu, menghidupi dirinya dengan melakukan tindak pidana ini," kata Arya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Sementara itu, Kapolres Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru mengatakan para pelaku ini bisa berpura-pura sebagai apa saja dalam melancarkan aksinya.
"Kalau sasaran lihat lebih menguntungkan petugas Kelurahan maka jadi petugas Kelurahan, tapi kalau jadi petugas PLN menguntungkan juga maka mereka mengaku petugas PLN," ungkap Audie.
Untuk itu, ia meminta masyarakat lebih awas dan waspada ketika ada orang yang mencurigakan. Ia mengatakan petugas dari instansi terkait tentu dibekali dengan kartu identitas. Jika dibekali kartu identitas pun, kata ia, jangan langsung diizinkan memasuki rumah.
"Kita harus tetap berhati-hati. Pelaku ini hanya melhat peluang, kalau ada peluang mereka lakukan. Kalau tidak ada peluang, mereka tidak berani," kata Audie. (OL-2)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Diduga, aksi pencurian tersebut dilakukan akibat tekanan ekonomi.
Pentingnya langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.
Aksi pencurian rumah ini dilaporkan oleh orangtua korban seraya memastikan bahwa pelaku dan anak pelapor sudah saling mengenal sebelumnya.
Google mengeluarkan peringatan global bahwa banyak aplikasi VPN di perangkat Android yang sebenarnya adalah jebakan.
Korban ditembak oleh orang tak dikenal saat berusaha menggagalkan aksi pencurian sepeda motor pada Sabtu (8/11) pagi.
Korban bersama dua rekannya, Tihasan, 48 dan Ruin, 58, tengah berjaga malam saat melihat dua orang mencurigakan di sekitar permukiman melalui kamera pengawas (CCTV).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved