Senin 26 Oktober 2020, 10:44 WIB

Besok, Polisi akan Periksa 8 Tersangka Kebakaran Kejagung

Siti Yona Hukmana | Megapolitan
Besok, Polisi akan Periksa 8 Tersangka Kebakaran Kejagung

ANTARA/Galih Pradipta
Pekerja memasang steger untuk merenovasi Gedung Utama Kejaksaan Agung, di Jakarta.

 

PENYIDIK telah mengagendakan pemeriksaan terhadap delapan tersangka kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Kedelapan tersangka itu akan diperiksa besok, Selasa (27/10).

"Rencananya delapan tersangka akan diperiksa pukul 10.00 WIB," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/10).

Ferdy mengatakan pemeriksaan dilakukan penyidik gabungan yang terdiri dari Dittipidum Bareskrim Polri, Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan. Pemeriksaan dilakukan di Ruang Pemeriksaan Subdit 1 Dittipidum Bareskrim Polri.

Baca juga: Kepulan Asap Masjid Istiqlal Akibat Kabel Listrik Terbakar

Kedelapan tersangka itu adalah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) NH dan Direktur PT ARM, R. Kemudian, lima tukang yaitu T, H, S, K, dan IS, serta dan mandor, UAN.

Penyidik perlu memeriksa kedelapan tersangka. Keterangan mereka akan dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP) untuk melengkapi berkas perkara yang akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Penyidik gabungan telah memeriksa 131 orang saksi. Sebanyak 64 saksi merupakan saksi kunci. Yakni orang yang melihat, mendengar, dan mengetahui peristiwa kebakaran di Kejagung. Mereka meliputi petugas kebersihan, tukang, hingga pegawai Kejagung.

Penyidik juga memeriksa 10 saksi ahli. Keterangan saksi untuk memperkuat analisa pendapat dari penyidik.

Hasil penyidikan diketahui titik api berasal dari lantai 6 di Ruang Biro Kepegawaian. Sumber api dari bara rokok yang mengakibatkan terjadinya open flame atau api menyala terbuka.

Polisi memastikan rokok itu milik kelima tukang yang bekerja di lantai 6.

Mandor turut menjadi tersangka karena lalai dalam mengawasi para tukang.

Sementara itu, pejabat Kejagung NH lalai dalam penyediaan minyak pembersih merek Top Cleaner. NH tidak mengecek terlebih dahulu kandungan dari minyak pembersih tersebut sebelum digunakan petugas kebersihan.

Dampaknya, minyak yang mengandung fraksi solar itu memicu api menjalar cepat ke seluruh Gedung Utama Kejagung. Kebakaran itu menimbulkan kerugian hingga Rp1,2 triliun.

Sementara itu, R menjadi tersangka karena memberikan barang yang tidak memiliki izin edar kepada Kejagung. Ahli kesehatan menyebut ada pelarangan penggunaan bahan berbahaya terhadap semua gedung.

Kedelapan tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Tingkat Hunian Hotel di Jakarta Merangkak Naik

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 01 Desember 2020, 20:45 WIB
Hal ini membuktikan roda ekonomi mulai berputar...
AFP

Rizieq akan Diperiksa Kamis, Polisi Imbau Kooperatif

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 01 Desember 2020, 19:55 WIB
Seperti diketahui, Rizieq diperiksa sebagai saksi terkait kasus kerumunan saat acara pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat pada...
AFP

Anies dan Riza Positif Korona, Istana Justru Lempar Pujian

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 01 Desember 2020, 19:45 WIB
Moeldoko mengatakan sikap tanggung jawab sosial seperti itu tidak dimiliki Rizieq Shihab yang justru berupaya menutup-nutupi kondisi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya