Sabtu 12 September 2020, 07:37 WIB

Pelibatan Preman Pasar Menegasikan Kemampuan Polisi

Ykb/J-2 | Megapolitan
Pelibatan Preman Pasar Menegasikan Kemampuan Polisi

Medcom.id
Ilustrasi

 

UPAYA mendisiplinkan penggunaan masker di seluruh pasar tradisional di Jakarta dengan melibatkan preman pasar dapat dimaklumi. Namun, hal itu menjadi pertanyaan karena inisiatif justru datang dari aparat penegak hukum, bukan masyarakat atau komunitas warga.

“Biasanya sosialisasi preman untuk membantu itu datang dari masyarakat, kok sekarang bukan dari masyarakat? Menjadi pertanyaan, kemampuan Polri di mana?” ujar kriminolog dari Universitas Indonesia Arthur Josias Simon Runturambi ketika dihubungi, kemarin.

Munculnya isu pelibatan preman dalam mengawasi penggunaan masker, terang dia, lebih baik muncul dari inisiatif tokoh masyarakat. Tugas memakai masker merupakan sosialisasi yang sudah berulangkali sehingga wajar jika tokoh masyarakat yang meminta preman untuk ikut membantu. “Karena preman konotasinya bisa dua. Preman bisa menjalankan tugasnya dengan baik atau sebaliknya, mereka malah dapat mengganggu masyarakat.”

Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Agus Andrianto menegaskan pelibatan preman tersebut tentu dengan pengarahan dan pengawasan dari aparat penegak hukum. Preman pasar juga diminta tetap bersikap human dalam mendisiplinkan warga. “Apa untungnya kalau harus bergesekan? Ini kerja kemanusiaan,” kata Agus.

Mantan Kapolda Sumatra Utara itu menjamin jika preman yang diminta untuk mendisiplinkan warga menggunakan masker terbukti bertindak meresahkan, pihaknya bakal mengambil sikap tegas. “Kalau meresahkan, pasti dilaporkan dan kemudian ditindak,” ujarnya.

Senada dikatakan Wakil Kapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Menurutnya, preman pasar yang menjadi penegak disiplin berbasis komunitas
akan memelototi masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan.

Gatot memastikan penegakan disiplin untuk membuat masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan itu mengedepankan langkah-langkah persuasif. Diharapkan pula, penggunaan masker tidak menjadi beban, tetapi menjadi gaya hidup. “Kalau kita mengadakan penegak disiplin dari Polri, TNI, dan Satpol PP yang bergerak, ya mungkin ketika tim ini datang tertib. Tapi setelah itu berubah lagi,” tandasnya. (Ykb/J-2)

Baca Juga

ANTARA

IPW: Jika Terbukti Hilangkan Barang Bukti, Ferdy Sambo Dapat Dipecat dan Dipidana

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 23:15 WIB
INDONESIA Police Watch (IPW) menilai Irjen Ferdy Sambo dapat dipecat dari Korps Bhayangkara jika terbukti merusak, menghilangkan barang...
DOK MI

Ajudan Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 23:07 WIB
TIM Khusus (Timsus) Polri menangkap Brigadir Ricky Rizal terkait kasus tewasnya Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat alias Briagadir J di...
dok.ist

Ratusan Sopir Truk DKI Dukung Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 21:36 WIB
SEBANYAK 500 sopir truk berkumpul di Jalan Inspeksi Banjir Kanal Timur (BKT), Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mereka...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya