Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Densus 88 menciduk 15 teroris yang tersebar di Bekasi dan Jakarta pada Rabu (12/8) lalu. Sejumlah teroris merupakan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Selama ini mereka bekerja sama dengan Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Mereka bertugas menjadi pengirim logistik dan pendanaan kelompok MIT. Serta, fasilitator pemberangkatan ke Suriah wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Rincian 15 tersangka ialah KIA (33), AR (54), MF (21), S (30), M (27), ML (27), RM (22), OL (47), AA (24), H (44), MR (23), AH (54), RFP (24), SR (35) dan AR (42).
Baca juga: Polri: Teroris di Sidoarjo Seorang Karyawan Swasta
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, mengungkapkan 15 teroris telah berbaiat ke pimpinan ISIS di salah satu rumah anggota JAD pada 2019.
Selain itu, mereka juga mengikuti kajian dan idad (persiapan untuk melakukan serangan) di Goa Ciwadong, Jonggol dan di Curug Cilalai, Karawang. “Membantu dan mendanai beberapa individu kelompok jaringan teror, yakni MIT dan JAD,” jelas Awi di Jakarta, Jumat (14/8).
Lebih lanjut, dia mengungkapkan Densus 88 juga berhasil mengamankan pimpinan JAD Bekasi dengan inisial KIA. Teroris itu ditangkap di rumah kontrakan yang berlokasi di Kota Bekasi. Petugas juga mengamankan 44 barang bukti.
Baca juga: Waspadai Kemunculan Jaringan Teroris dengan Tanda-Tanda Ini
Adapun tersangka dikenakan Pasal 15 juncto Pasal 7 dan Pasal 13 Huruf C UU RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerntah pengganti UU No 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan terorisme. Ancaman pidana maksimal seumur hidup.
Awi menambahkan sepanjang 1 Juni hingga 12 Agustus, Densus 88 telah menangkap dan menetapkan 72 orang pelaku tindak pidana terorisme. Kendati demikian, sejumlah pelaku belum melakukan aksi teror di manapun.
Baca juga: Teroris Lone Wolf Sulit Dideteksi
“Penegakan hukum terhadap teroris dilakukan soft dan hard approach. Dilakukan juga dengan cara preventif strike, sebagai upaya pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme," pungkas Awi.
Adapun 72 tersangka tindak pidana terorisme ditangkap dari delapan wilayah yang berbeda. Di antaranya, Sumatra Barat, Bali, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Jakarta dan Jawa Barat.(OL-11)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Korlantas Polri resmi menghentikan one way nasional KM 414 hingga KM 70 pada Rabu (25/3) sore karena arus balik Lebaran 2026 mulai melandai.
Bareskrim Polri menangkap Direktur dan Manajer White Rabbit terkait dugaan peredaran narkoba sejak 2024. Polisi kini memburu aliran dana dan TPPU.
Pendaftaran Bintara Penerimaan Polri 2026 resmi dibuka dengan kuota 5.141 orang. Cek syarat, cara daftar online, dan batas waktu verifikasi hingga 30 Maret 2026!
Polri resmi buka pendaftaran Akpol, Bintara, dan Tamtama 2026 mulai 9-30 Maret. Cek syarat lengkap, kuota 6.900 orang, dan cara daftar di sini!
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat guna mencegah meluasnya aksi main hakim sendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
Densus 88 mengungkap fakta mengejutkan: remaja pelaku penusukan di Moskow menuliskan 'Jakarta Bombing 2025' di senjatanya, terinspirasi insiden SMA Negeri 72.
Anggota Polres Tasikmalaya membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait penangkapan dan penggeledahan oleh Densus 88
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
DensusĀ 88 Antiteror Polri mengungkapkan peran tiga terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) berinisial RR, MW, AS, yang ditangkap di Sulawesi Tengah, Kamis (19/12).
Berbagai aktivitas tersebut terjadi di tengah fenomena penurunan serangan teroris di Indonesia atau zero terrorist attack sepanjang tahun 2023 sampai 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved