Selasa 19 November 2019, 20:40 WIB

Waspadai Kemunculan Jaringan Teroris dengan Tanda-Tanda Ini

Yoseph Pencawan | Nusantara
Waspadai Kemunculan Jaringan Teroris dengan Tanda-Tanda Ini

Ilustrasi
Terorisme

 

TERJADINYA bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pekan lalu dan diamankannya puluhan orang terduga teroris yang terlibat dalam jaringan tersebut menjadi peringatan bagi berbagai elemen masyarakat, termasuk di Sumatra Utara, untuk lebih mewaspadai kehadiran mereka di tengah lingkungan masing-masing.

Sudah waktunya bagi pengurus warga dan pemerintah setempat lebih rinci mencatat dan mendata kegiatan-kegiatan masyarakat yang mencurigakan. Kegiatan-kegiatan yang mencurigakan tersebut berkemungkinan merupakan kelompok atau jaringan yang mengarah pada tindakan terorisme.

"Ciri-cirinya, jumlahnya sedikit, tertutup, terkesan sembunyi-sembunyi dalam melakukan aktivitas dan tidak berinteraksi dengan warga sekitar," sebut Komisaris Besar Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kabid Humas Polda Sumut, Selasa (19/11).

Ciri lainnya, lanjut Tatan, ialah mereka acap berpindah-pindah tempat dalam melakukan pertemuan. Apalagi, lanjut dia, mereka yang melakukan pertemuan-pertemuan tertutup tersebut kebanyakan adalah warga baru atau warga asing. Karena itu, aturan tamu wajib lapor 1x24 jam yang banyak diberlakukan di banyak wilayah permukiman dia minta agar diterapkan sebagaimana mestinya.

Bila ada masyarakat yang melihat atau mengetahui ciri-ciri tersebut dia minta untuk melaporkannya ke pengurus warga, pemerintah setempat atau Babinkamtibmas atau Babinsa. Tindakan tersebut akan membantu mempercepat aparat mengidentifikasi dan mendeteksi lebih awal keberadaan jaringan teroris, termasuk demi keamanan masyarakat sendiri.


Baca juga: Ledakan di Kejari Parepare Disebut dari Bekas Timbunan Detonator


Kombes Tatan juga meminta masyarakat untuk mengamati penggunaan media sosial (medsos) oleh anggota keluarganya. Berdasarkan hasil pendalaman dari para terduga teroris yang diamankan serta dari pengalaman selama ini, para anggota jaringan menjalin komunikasi melalui medsos.

"Mereka (jaringan teroris) berinteraksi dengan menggunakan media sosial," ujarnya.

Selain melalui pertemuan-pertemuan tertutup, mereka juga sering melakukan perekrutan melalui konten-konten di media sosial. Karena itu, dia juga meminta para orang tua mengawasi penggunaan medsos oleh anak-anaknya agar tidak terpapar konten-konten tersebut.

Sebelumnya, dia mengungkapkan, sampai dengan hari ini sudah ada total 30 orang yang diamankan polisi dari wilayah Medan dan sekitarnya. Mereka ialah orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) pagi lalu.

"Tadi malam ada penangkapan lagi terhadap empat orang sehingga sampai dengan hari ini ada 30 orang yang diamankan," ujarnya.

Keempat laki-laki terduga teroris tersebut, jelas Tatan, diamankan di wilayah Medan dan sekitarnya. Dari keempatnya ada yang berkemampuan merakit bom dan ada juga yang berperan merekrut anggota jaringan. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More