Sabtu 16 November 2019, 17:46 WIB

Teroris Lone Wolf Sulit Dideteksi

Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum
Teroris Lone Wolf Sulit Dideteksi

ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Sebuah sepeda motor yang diduga milik pelaku bom bunuh diri yang terparkir di depan Mapolrestabes Medan

 

TERKAIT dengan kejadian teror di Mapolrestabes Medan, pengamat gerakan Islam dari UIN Jakarta M. Zaki Mubarak mengungkapkan model teroris yang bergerak sendiri (lone wolf) lebih susah dideteksi karena tidak terkait dengan organisasi teroris.

"Memang serangannya tidak eksplosif bom yang mereka buat, karena dibuat diracik belajar sendiri otodidak, tapi sulit dideteksi

Karena ketika dilacak mereka tidak punya track record berinteraksi dengan teroris. Di struktur juga tidak ada," terang Zaki Mubarak usai diskusi Mengapa Teror Pada Polisi Terjadi Lagi? di Kedai Sirih Merah (16/11).

Menurutnya, mereka memang tidak terkait langsung dengan pemimpin organisasi teroris, tapi mereka memperoleh informasi dan asupan ideologi dari media sosial.

"Karena sudah baca (lihat) youtube kemudian komunikasi melalui telegram, instagram, dan sebagainya kemudian menjadi radikal," tambahnya.

Zaki Mubarak menyebut contoh kejadian teror yang dilakukan teroris yang bergerak sendiri, yakni kasus penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto dan yang yang terbaru bom bunuh diri di Mapolresta Medan. Menurutnya, pelaku teror itu tidak terkait secara struktur dengan organisasi teroris seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Menurutnya, tren teroris yang bergerak sendiri meningkat pada lima tahun terakhir.

"Itu yang sekarang terjadi dalam lima tahun terakhir, nyaris sulit untuk dideteksi. Pokoknya kecil," tandasnya.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More