Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DPRD DKI Jakarta menilai realisasi program banjir DKI selama setahun tidak maksimal. Hal ini terlihat dari hasil realisasi program yang hanya mencapai 63,76%. Fraksi PSI DKI menyebut anggaran untuk penanganan banjir sekitar Rp3,31 triliun di APBD 2019.
"Iya masih jauh dari maksimal dalam menangani banjir. Ini akan sangat membebani jika masyarakat masih harus berjuang menghadapi banjir," ujar Wakil Ketua Fraksi PSI DKI Justin Adrian, Jakarta, Selasa (27/8).
Ia mengatakan banjir di awal tahun telah membawa dampak yang besar bagi perekonomian dan kehidupan warga DKI Jakarta.
Bahkan yang paling menyedihkan, lanjut Justin, adalah membawa korban jiwa. PSI mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk mengebut program-program pengendalian banjir yang belum tuntas.
Menurut Justin, program seperti normalisasi sungai dan waduk, pembuatan tanggul untuk mengatasi banjir rob, perawatan rumah pompa dan pintu air harus dimaksimalkan.
Baca juga: Realisasi Program Banjir DKI Jakarta Minim
Sependapat dengan Justin, anggota DPRD DKI dari Fraksi NasDem Muhammad Idris juga meminta Pemprov DKI untuk meningkatkan intensitas penanganan banjir.
Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 tahun 2019 tentang Pembangunan dan Revitalisasi Prasarana Sumber Daya Air secara terpadu dengan konsep naturalisasi dianggap kurang efektif.
"DKI kurang memperhatikan pemeliharaan saluran air yang bersinergi antara dinas lingkungan hidup, sumber daya air, dan juga PPSU yang berada di kelurahan. Suku dinas yang memiliki satuan pelaksana sampai ke tingkat kelurahan tidak perlu saling menunggu dalam melakukan pemeliharaan saluran air yang berada di lingkungan RT dan RW," tukas Idris. (OL-14)
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved