Minggu 26 Juli 2020, 10:19 WIB

Kantor Berpotensi Jadi Klaster, DPRD: Pengawasan Harus Ditambah

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Kantor Berpotensi Jadi Klaster, DPRD: Pengawasan Harus Ditambah

MI/RAMDANI
Maskot Mandiri Covid Rangers Dika dan Mita melakukan pengecekan suhu tubuh kepada pengunjung di lingkungan Bank Mandiri Jakarta.

 

PERKANTORAN berpotensi menjadi klaster penularan covid-19. Sudah beberapa kantor baik kementerian maupun swasta yang harus ditutup beberapa hari untuk sterilisasi karena karyawan di dalamnya terpapar covid-19. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta bidang perkonomian, Abdul Aziz, meminta agar pengawasan di perusahaan-perusahaan dapat ditingkatkan.

Menurutnya, memang tidak menutup kemungkinan banyak manajemen perusahaan yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan seperti diwajibkan membatasi jumlah karyawan 50% dan terkait pembagian jam kerja.

"Saya kira aturan sudah jelas dan diputuskan dengan kajian dan pertimbangan yang matang dari para ahli, tapi implementasi di lapangan banyak pengusaha dan pekerja yang belum disiplin melaksanakannya. Jadi yang perlu ditingkatkan adalah pengawasan terhadap implementasinya di lapangan," kata Abdul Aziz saat dihubungi mediaindonesia.com, Sabtu (25/7).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu mengapresiasi pelibatan ASN yang lebih banyak dalam pengawasan. Namun, menurutnya itu belum cukup efektif meningkatkan kepatuhan berbagai pihak untuk mematuhi aturan PSBB Transisi.

"Libatkan aparat dan seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk pengawasan dan penegakan aturan yang sudah ditetapkan dengan disiplin," jelasnya.

Sebelumnya beberapa perkantoran ditutup karena karyawannya terpapar covid-19 di antaranya adalah kantor pusat PT PLN Persero karena dua orang karyawannya positif covid-19. Lalu RRI pusat juga menutup kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat selama tiga hari karena tiga orang karyawannya positif covid-19.

baca juga: Waspada, Penularan Covid-19 di DKI Melaju

Sementara untuk swasta ada pabrik alat musik Yamaha di Jakarta Timur yang pada April lalu ditutup dua pekan karena melanggar aturan PSBB serta satu karyawannya terpapar covid-19. Juga dari PT Unilever yang menutup pabriknya yang ada di Cikarang, Bekasi sementara karena 22 karyawannya positif covid-19. Pabrik itu sempat ditutup pada awal Juli namun kini sudah beroperasi kembali.(OL-3)

Baca Juga

Antara

Tujuh Korban Sriwijaya Air SJ-182 Teridentifikasi

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 22:07 WIB
 Pada hari ini, tim DVI mengidentifikasi tujuh...
Antara

Rekor Tertinggi, Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 3.536 Kasus

👤Putri Yuliani Anisa 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 22:00 WIB
Tetap patuhi protokol kesehatan, pakai masker dan mengurangi keluar...
Antara

Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 20:39 WIB
Masuk kategori pelanggar adalah mereka yang menggunakan masker tidak sesuai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya