Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK kepolisian masih mendalami jumlah anak yang menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan WN Perancis, Francois Abello Camille, 65. Penyidik juga menyebut proses hukum kasus tersebut dilakukan di Indonesia.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan pihaknya menemukan 305 video persetubuhan antara Camille dan korbannya dari laptop milik pelaku yang disita.
Saat ini penyidik berusaha mencari tahu sejak kapan ratusan video dari laptop pelaku diproduksi. “Itu yang masih belum kebuka, ya masih didalami. Dan semuanya hasil pengecekan itu adalah orang-orang Indonesia,” ujar Tubagus, kemarin.
Tubagus membeberkan sejak 2015, Camille telah bolak-balik masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa turis. Itu memungkinkan pelaku memiliki kecakapan berbahasa Indonesia dan dapat menggaet para korbannya seorang diri. “Pelaku bisa bahasa Indonesia walaupun tidak lancar,” katanya.
Anak-anak yang menjadi korban Camille, terang dia, dijanjikan menjadi foto model dan imbalan sekitar Rp250 ribu- Rp1 juta. Pun sejak Desember 2019 sampai Juni 2020, pelaku bermukim di tiga hotel yang berada di Jakarta Barat, yaitu Olympic, Luminor, dan Prinsen Park.
Kepada pihak hotel, tukas Tubagus, Camille mengaku menggunakan long stay-nya untuk sesi foto. Kamar hotel tempat Camille menginap dibuat semacam studio foto. Tersangka juga telah menunjuk orang Indonesia sebagai pengacaranya.
Menurut Tubagus, Kedutaan Besar Perancis di Indonesia tidak memberikan bantuan hukum. Ia menduga hal itu disebabkan kasusnya tergolong sensitif. “Ini sekaligus menutup kemungkinan adanya proses ekstradisi terhadap kasus Camille. Proses hukum dilakukan di Indonesia.”
Perketat pengawasan
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani mengatakan kasus eksploitasi seksual yang dilakukan Camille di hotel menjadi perhatian serius.
“Ke depan, kita akan perketat lagi. Kalau kita protapnya sudah clear, kalau ada prostitusi, perjudian, narkoba, itu sudah pasti kita akan laporkan polisi,” kata Hariyadi.
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengaku pihaknya siap merehabilitasi seluruh anak korban eksploitasi seksual itu. “Apabila diberikan amanat untuk merehabilitasi korban, kita siap tampung mereka dan mudah-mudahan kita bisa memulihkan situasi kejiwaan mereka,” tukas Juliari.
Juliari menambahkan bahwa jika nantinya Kemensos diberikan amanat, para korban akan direhabilitasi di Balai Handayani di Bambu Apus, Jakarta Timur. (Tri/Aiw/J-3)
Khusus untuk gerbang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan pelabuhan-pelabuhan di Bali, petugas tetap bersiaga penuh 24 jam.
Pengamat pendidikan Satria Dharma menilai penerima beasiswa LPDP yang tidak kembali ke Indonesia harus ditangani serius
Apa pula yang mesti dilakukan negara, dalam hal ini pengelola LPDP, agar hal itu tak terjadi, supaya penerima beasiswa betul-betul berkontribusi buat Tanah Airnya?
Korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 24 orang yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja.
Kantor Imigrasi Jakarta Selatan bersama Pomdam Jaya menangkap dua warga negara asing (WNA) yang diduga menyalahgunakan izin tinggal.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku siap untuk mengusut dugaan praktik suap atau gratifikasi terkait penanganan warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial TCL.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara mencatat lonjakan kasus kekerasan terhadap anak yang didominasi oleh kekerasan seksual sepanjang tahun 2025.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved