Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengkritisi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, yang menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa dipermanenkan pascapandemi covid-19.
Zita menilai metode belajar jarak jauh yang dijalankan selama pandemi belum maksimal. Serta, membutuhkan banyak perbaikan. Namun, Mendikbud malah memandang sistem itu bisa dipermanenkan.
"Saya pikir Mas Nadiem ini orang yang sangat paham keadaan bangsa, karakter anak-anak kita bagaimana. Harusnya melek dulu sebelum memunculkan niat permanenkan belajar jarak jauh," papar Zita, Sabtu (4/7).
Baca juga: Dampak Pandemi, Kualitas Pendidikan Alami Penurunan
Meski Jakarta memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik dibandingkan derah lain, namun pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tetap harus dievaluasi. Sebab, sistem tersebut bergantung pada jaringan internet. Zita turut mengkritisi sejumlah daerah yang kesulitan mengakses internet.
"Indonesia ada 62 daerah tertinggal. CORE memperkirakan penduduk miskin bertambah menjadi 30,8 juta jiwa selama pademi. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan penduduk yang melek teknologi hanya 64,8%. Itu artinya ada 92,99 juta penduduk yang gagap teknologi,” tukasnya.
“Dengan keadaan seperti ini harusnya Mendikbud paham. Mustahil PJJ dipermanenkan. Masih banyak PR yang harus diselesaikan terlebih dahulu," imbuhnya.
Baca juga: Empat Tahun Zonasi, Kualitas Pendidikan tak Kunjung Merata
Kendati demikian, dia mengapresiasi jalan pikiran Mendikbud yang sangat maju. Namun, Mendikbud diminta lebih realistis dengan kondisi penduduk di Indonesia.
"Di Amerika Serikat dan Singapura, yang kualitas guru dan infrastrukturnya sudah memadai untuk jarak jauh, tetap terapkan pembelajaran tatap muka. Bukan masalah mampunya, tapi efisiensinya," jelas Zita.
Dia mengungkapkan sempat mengirim surat terbuka untuk Mendikbud sebelum penerapan PJJ di masa pandemi. Dia membagi wacana pembelajaran jarak jauh dalam empat metode, yakni Online Guided Distance Learning (ODGL), Suport Guided Home Learning (SGHL), Suport Guided Comunity Learning (SGCL) dan New Normal School.(OL-11)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Trans-Jakarta memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung transportasi Ibu Kota.
Dewan kerap menerima aduan terkait bangunan yang tidak memiliki izin operasional maupun tidak memenuhi kelayakan teknis.
Kondisi ini memicu antrean kendaraan yang mengular panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Kecelakaan yang melibatkan dua armada bus Transjakarta di jalur layang Koridor 13, ruas Swadarma arah Cipulir, pada Senin (23/2), mengakibatkan 23 penumpang mengalami luka ringan.
PERAYAAN Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru Tionghoa bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender lunar.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendorong integrasi antarmoda dan kesetaraan akses transportasi publik untuk menekan ketergantungan kendaraan pribadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved