Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pegawai Starbucks Mengaku Kenal Korban Pengintipan CCTV

Tri Subarkah
03/7/2020 12:55
Pegawai Starbucks Mengaku Kenal Korban Pengintipan CCTV
Orang-orang memakai masker melewati depan Starbucks(AFP/NOEL CELIS)

Pihak kepolisian sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh dua mantan pegawai jaringan kedai kopi Starbucks.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, kedua pelaku, yakni D dan K, mengenal korban. Bahkan, Yusri menyebut satu dari dua pelaku memiliki ketertarikan terhadap korban.

Baca juga: Viral Video CCTV Intip Pelanggan, Starbucks: Kami Investigasi

"Dari keterangan awal, memang dia juga mengenal. Korban ini dia kenal, kemudian dia zoom. Bahkan salah seorang dari kedua ini memang senang kepada korban tersebut," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/7).

Walakin, Yusri tidak menjelaskan secara rinci hubungan antara kedua pelaku dan korban. Menurutnya, saat ini pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi korban.

Baca juga: Pelecehan Seksual, Polisi Tangkap 2 Pegawai Starbucks

"Sekarang ini kita masih lakukan pendalaman. Korban pun kita sudah mengetahui dari terperiksa sekarang," tandas Yusri.

Sebelumnya, kasus pelecehan seksual itu terjadi di kedai Starbucks yang berada di Sunter Mal, Jakarta Utara. Video pelecehan seksual tersebut viral di media sosial setelah diunggah pelaku melalui Instagram.

Dalam video yang beredar, pelaku dengan sengaja membesarkan kamera ponselnya ke arah payudara korban melalui kamera pengawas CCTV. Di akhir video, terdengar gelak tawa dari para pelaku.

Terpisah, Senior General Manager PR & Communications PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan memastikan kedua pelaku telah dikeluarkan dari tempatnya bekerja.

Pihaknya merasa sangat tidak nyaman setelah mengetahui adanya insiden di dalam area gerai tersebut yang kemudian disikapi secara serius.

"Perilaku tersebut di luar norma-norma yang sangat kami junjung. Kami menerapkan standar yang tinggi agar setiap pelanggan di seluruh gerai merasa nyaman dan aman," jelas Andrea. (OL-14)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bude
Berita Lainnya