Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdurrahman Suhaimi menuturkan tidak mudah membatasi pergerakan warga saat adanya pelonggaran aktivitas bertahap di Ibu kota.
"Orang sudah lama di rumah, enggak gampang mengendalikan ketika mereka berada di luar. Pemprov DKI harus mampu mengendalikan itu," ujar Suhaimi saat dihubungi, Jakarta, Minggu (7/6).
Baca juga: PSN 2020 Harus Bantu Pulihkan Perekonomian Nasional Pasca Covid
Pengendalian yang dimaksud berupa pengawasan soal penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan sosialisasi yang gencar untuk mematuhi sederet kebijakan Pemprov perihal PSBB transisi.
"Butuh edukasi supaya tidak melonjak kasus Covid-19. Ini dikatakan sudah selesai kan belum, ini baru secara data bisa relaksasi sedikit," kata Suhaimi.
Kebijakan yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB Masa Transisi juga disambut baik oleh Suhaimi. Menurutnya, hal itu menjadi acuan agar warga tetap patuh selama beraktivitas di luar.
"Saya justru apresiasi Pak Gub (Anies Baswedan) karena dalam situasi darurat sejak awal sampai sekarang ini dengan tahapan PSBB, pemerintah hadir menjadi pengendali. Dengan arahan jelas dan terukur. Kalau soal pro kontra pasti ada," pungkas Suhaimi. (OL-6)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Perpanjangan tersebut merupakan kali kelima dan efektif berlaku mulai hari ini, Jumat (28/8) sampai 10 September mendatang.
"Sebelumnya ada 262 orang yang terjangkit covid-19. Sekarang tinggal 26 orang. Ada yang masih menunggu hasil swab test juga," jelas Bambang
Anies pun mencontohkan, di Korea Selatan saja tidak menutup bioskop meski di tengah pandemi.
Responden dari kelompok masyarakat sipil sebesar 60,6% menginginkan pemerintah menghentikan PSBB. Sementara, 43,4% responden dari kalangan elite meminta hal serupa.
Menggunakan kendaraan pribadi lebih aman ketimbang angkutan umum. Terlebih jika ada penumpukan di satu halte atau stasiun. Walhasil, jaga jarak menjadi sulit apabila ada kerumunan warga
Selama perpanjangan masa PSBB Transisi Fase 1 yang kedua yang mulai berlaku pada 17 Juli hingga kemarin ada 343 perusahaan yang disidak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved