Jumat 28 Agustus 2020, 16:24 WIB

Kawasan Terpadat se-Asia Tenggara, Tambora, Nihil Zona Merah

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Kawasan Terpadat se-Asia Tenggara, Tambora, Nihil Zona Merah

Antara
Warga berada di teras rumahnya di kawasan Tambora, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

 

MENJADI kawasan dengan penduduk terpadat se-Asia Tenggara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, tidak masuk dalam zona merah penularan covid-19 di Ibu Kota. Padahal, ada 24 RW di daerah lain di Jakarta yang masih berstatus zona merah.

"Iya betul. Alhamdulillah RW di Tambora sekarang tidak ada yang masuk zona merah," ungkap Camat Tambora Bambang Sutarna kepada Media Indonesia, Jakarta, Jumat (28/8).

Baca juga: Jakarta Utara Zona Merah, 6 RW Pengendalian Ketat

Bambang mengaku kesadaran warga untuk mau dirawat ke rumah sakit atau diisolasi di GOR menjadi kunci kawasan padat penduduk itu tidak masuk dalam kawasan zona merah.

Warga yang terpapar sudah mau dan bahkan inisiatif dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, RSUD Cengkareng dan ke GOR di Jakarta Barat.

"Sebelumnya ada 262 orang yang terjangkit covid-19. Sekarang tinggal 26 orang. Ada yang masih menunggu hasil swab test juga," jelas Bambang

Baca juga: Warga Positif Korona di Tambora masih Jadi Imam Salat Tarawih

Ia menjelaskan, RW Jembatan Besi pernah masuk dalam zona merah atau diharuskan menetapkan Wilayah Pengendalian Ketat (WPK). Lalu sempat di Kelurahan Tanah Sereal masuk dalam zona merah.

Diketahui, luas wilayah Tambora sendiri ialah 5,40 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 273 ribu. Dari data Badan Pusat Statistik Jakarta Barat menyebut di Kecamatan Tambora terdiri atas 11 kelurahan, 96 RW dan 1.082 RT.

Baca juga: Terapkan PSBL, Camat Tambora Akui Batasi Daerah yang Zona Merah

Di Kelurahan Kalianyar sendiri memiliki luas 0,32 Km² tapi ditempati 29.728 jiwa. Lalu di Kelurahan Tanah Sereal yang memiliki luas 0,62 Km² ditempati penduduk 31.865 jiwa.

"Sekarang banyak warga yang menyadari ketika dinyatakan positif covid-19 harus dirawat," pungkas Bambang. (X-15)

Baca Juga

MI/Ramdani

DPRD DKI Kritik Rencana Perluasan Gage di Jakarta

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:44 WIB
Pasalnya, dengan perluasan ruas jalan gage akan membuat warga mengeluarkan biaya bahan bakar lebih...
MI/ANDRI WIDIYANTO

DPRD Sebut Pembangunan Infrastruktur Pengolahan Limbah Harus Sesuai Aturan

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 26 Mei 2022, 11:23 WIB
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Habib Muhammad bin Salim Alatas mengatakan salah satu syarat yang belum dimiliki PAL Jaya adalah penasihat...
Antara/Dhemas Reviyanto

Evaluasi HBKB, Koalisi Pejalan Kaki Soroti Rendahnya Pemindaian Peduli Lindungi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 25 Mei 2022, 22:26 WIB
"Nah di rapat evaluasi kemarin juga jadi sorotan terkait dengan masih sedikitnya publik yang melakukan pemindaian QR code," kata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya