Kamis 20 Agustus 2020, 19:59 WIB

Survei: Mayoritas Publik Minta PSBB Dihapus Meski Korona Mengganas

Putra Ananda | Humaniora
Survei: Mayoritas Publik Minta PSBB Dihapus Meski Korona Mengganas

Antara
Contoh pelanggar PSBB

 

KURVA penyebaran covid-19 di Indonesia belum menunjukan tanda-tanda menurun, tetapi mayoritas publik menginginkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dihapus. 

Berdasarkan hasil survei Indikator, mayoritas responden dari kelompok masyarakat sipil sebesar 60,6% menginginkan pemerintah menghentikan PSBB. Sementara, 43,4% responden dari kalangan elite meminta hal serupa.

Responden dari kalangan elite ini berasalpara politisi, akademisi, pimpinan media, dan pengusaha, serta kelompok masyarakat umum.

"Lebih banyak warga yang menginginkan pemerintah menghentikan kebijakan PSBB dan fokus ke perbaikan ekonomi. perbandingannya 34,7% dan 60,6%. Ini yang buat kepala daerah bingung. sementara di kalangan para elit mayoritas lebih memilih agar PSBB dilanjutkan 54,6% berbanding 43,4%," ujar Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin saat menyampaikan pemarapan hasil surveinya secara virtual di Jakarta, Kamis (20/8).

Konsistensi respoden dari kalangan elite terkait kebijakan PSBB agar tetap dilanjutkan terlihat pada jawaban mereka yang menilai pemerintah belum mampu mengendalikan penyebaran virus korona di Indonesia. 

Sebanyak 64,6% responden menilai cara-cara pengendalian covid-19 di Tanah Air tidak semuanya efektif.

"56.9% responden menilai rapid test kurang atau tidak efektif sama sekali sebagai alat identifikasi awal untuk pencegahan penyebaran virus korona," papar Burhanuddin.

Namun demikian sebanyak 87.5% esponden menilai penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker ketika di luar rumah dinilai cukup efektif mencegah penularan covid-19. Bagi kalangan elite, faktor kesehatan jauh lebih prioritas ketimbang persoalan ekonomi.

"Cuci tangan, jaga jarak, dan pakai masker dianggap sangat efektif," tuturnya.

Burhanuddin melajutkan, pemerintahan daerah cenderung mendapat penilaian lebih positif ketimbang pemerintah pusat. Mereka dipandang lebih peka terhadap krisis, tanggap darurat, mampu berkomunikasi dengan masyarakat, dan berkordinasi denganb aparat.

"Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo dinilai memiliki sikap kepemimpinan yang lebih baik dibanding sejumlah gubernur dari provinsi lain," tuturnya.

Namun di antara tiga tokoh tersebut dikatakan oleh Burhanuddin tidak ada yang menonjol dan bahkan cenderung imbang. Selisih nilai yang mereka dapatkan di semua aspek kepemimpinan dalam penanganan covid-19 tidak sampai 3%.

"Ridwan Kamil unggul dalam komunikasi dengan masyarakat dan koordinasi dengan berbagai sektor pemerintahan. Adapun Anies Baswedan mendapat nilai lebih tinggi dalam hal sense of crisis. Meskipun tidak menempati posisi utama, Ganjar Pranowo memiliki nilai yang mendekati Anies Baswedan dan Ridwan Kamil," imbuhnya. (OL-8).

Baca Juga

DOK ASTON Priority Simatupang

ASTON Priority Simatupang Hadirkan Promo Chinese New Year Eve Dinner Buffet untuk Rayakan Imlek

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 14:52 WIB
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021 7883 8777 atau melalui email ke...
Antara/Irwansyah Putra.

Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksinasi Internasional sesuai Standar WHO

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 28 Januari 2022, 14:50 WIB
Sertifikat ini hanya sebagai dokumen kesehatan dan pelaku perjalanan tetap wajib mematuhi peraturan dan protokol kesehatan yang berlaku di...
DOK HOTEL AMBHARA

Rayakan The Great Lunar Year of The Tiger di Hotel Ambhara

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 14:40 WIB
Berlaku di 31 Januari 2022, tunggu apa lagi, hanya di Hotel...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya