Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Depok belum bisa menerapkan kenormalan baru atau new normal karena masih masuk zona kuning.
Pascapembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap IV yang berakhir Kamis (4/6), Kota Depok masih akan menerapkan PSBB Proporsional.
PSBB Proporsional ini sudah diusulkan Pemerintah Kota Depok kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan surat nomor:443/273-Huk/GT tanggal 3 Juni 2020 untuk disetujui dan diberlakukan selama dua pekan, sejak Jumat (5/6).
"Sesuai arahan pemerintah pusat, setelah 4 Juni, Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) akan menerapkan PSBB Proporsional," kata Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, Kamis (4/6).
Pihaknya pun akan membuka seluruh tempat ibadah di Kota Depok pada Jumat 5 Juni 2020. Ditandai dengan diperbolehkannya pelaksanaan solat subuh pada Jumat (5/6) dan solat jumat berjamaah.
Namun dia mengingatkan bahwa protokol kesehatan tetap harus diterapkan dan dipatuhi.
"Seluruh masjid sudah diperbolehkan melaksanakan salat subuh dan salat Jumat berjamaah mulai Jumat 5 Juni hingga evaluasi 14 hari ke depan. Karena Kamis 4 Juni pukul 24.00 WIB, PSBB inkubasi ke empat sudah berakhir,” ucapnya.
Baca juga: Jika Penularan Turun, Depok Terapkan PSBB Proporsional
Dilanjutkan Idris, sesuai arahan WHO jarak salat berjamaah minimal 2 meter. Namun untuk Kota Depok akan diberi jarak 1-1,5 meter antarjamaah yang satu dengan yang lain.
"Selain itu sebelum masuk mesjid jamaah harus diukur suhu tubuhnya. Dan jangan membawa anak dibawah umur 12 tahun dan orang tua rentan salat berjamaah di masjid," tukasnya.
Selain membuka rumah ibadah, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga akan membuka kembali pusat perbelanjaan.
Berbagai persiapan telah dilakukan baik dari pemerintah maupun pelaku usaha sendiri.
“Termasuk ekonomi akan kita buka mal-mal dengan protokol kesehatan,” ucapnya.
Sebagai salah satu bentuk persiapan, pelaku usaha bisabuka kembali pada Jumat (5/6). Bahkan tiga mal sudah dilakuan peninjauan langsung soal kesiapan buka kembali pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru.
“Kita akan sosialisasi. Kemarin di Jalan Margonda ada tiga mal persiapannya sudah bagus untuk dilaksanakan pembukaan mal di hari Jumat,” ungkapnya.
Selain mal, akan dibuka juga rumah makan untuk bisa makan di tempat. Aturan yang akan diberlakukan adalah dengan pembatasan jumlah pengunjung hingga 50%.
Sementara itu soal sekolah, Pemkot Depok masih akan memberlakukan pendidikan dalam jaringan (daring). Hal ini akan berlaku hingga 15 Juni.
“Setelah itu libur dan masuk Juli dengan konsep baru dari Kementerian Pendidikan Nasional,” pungkasnya.(OL-5)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved