Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat Jakarta tetap berada di rumah saat libur lebaran. Ia mengingatkan Jakarta saat ini masih berada dalam status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 hingga 4 Juni.
Ia menegaskan jangan ada pelonggaran dari kedisiplinan yang telah dibangun sejak dua bulan lalu untuk melawan penyebaran virus korona atau covid-19.
Dia mengklaim, perlawanan yang dilakukan masyarakat Jakarta telah membuahkan hasil menurunnya tingkat penularan. Anies pun mengingatkan agar hal itu terus dilakukan meski sedang masa lebaran yang selalu dimanfaatkan sebagai masa menjalin tali silaturahami.
"Karena itu saya ingin menggarisbawahi. Pertama, tetaplah berada di rumah pada hari menjelang lebaran, di hari lebaran, dan di hari-hari sesudah lebaran. Artinya jangan sampai kita melonggarkan diri atau melupakan kedisiplinan yang sudah kita jaga dua bulan supaya kita tidak harus kembali pada situasi di bulan Maret," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jumat (22/5).
Baca juga: Pemprov DKI akan Tindak Tegas Warga Nekat Takbiran
Anies juga menyatakan imbauan ini sejalan dengan seruan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Seruan ini pun relevan untuk seluruh wilayah dan bukan hanya bagi warga Jakarta.
"Bila ada yang bertanya apakah ada kampung hijau, kampung kuning, kampung merah, sesungguhnya Jakarta adalah satu kesatuan. Jakarta, Jabodetabek, masih merupakan satu kesatuan episenter di dalam penanganan wabah covid-19," tukasnya.
Karena hal itulah, Anies berpendapat tidak ada wilayah yang benar-benar bisa dikategorikan aman atau tidak aman. Semua saling berkaitan.
Ia juga mengimbau dalam melaksanakan takbir, agar masyarakat tidak melaksanakan takbir keliling. Namun, takbir Idulfitri bisa dilakukan di rumah. Sementara bagi warga yang tetap ingin menggelar takbir di musala atau masjid jumlahnya dibatasi hanya lima orang dan dapat dilakukan secara bergantian.(X-15)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved