Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kebijakan mengunci pergerakan warga yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sejak pertengahan Maret atau sebelum kebijakan pemerintah pusat untuk pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah membuahkan hasil saat ini.
Anies menceritakan saat pertengahan Maret, dirinya mulai mengunci pergerakan warga Jakarta dengan menutup tempat wisata dan sekolah. Hal itu disusul dengan penutupan tempat hiburan dan penetapan status Tanggap Darurat Covid-19.
"Pertengahan Maret, 10 hari sejak kasus pertama diumumkan kita tutup sekolah tempat umum, CFD, dan imbauan kerja dari rumah. Pada 16 Maret sudah jalan," ungkap Anies dalam diskusi virtual Live Stream Fest, Sabtu (16/5).
Adapun Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan Indonesia berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mengatasi pandemi covid-19 pada Selasa (31/3)
Tidak hanya itu, Anies menambahkan, perlahan transportasi juga dibatasi, MRT, Transjakarta, LRT, dan KRL pun mengurangi jam operasionalnya. Hal ini membuat okupansi penumpang turun hingga saat ini. Penumpang MRT hanya 5%, Transjakarta dan KRL rata-rata hanya 10%-15% dari waktu normal sebelum covid terjadi.
Sebelum pembatasan, angka R0 (penularan virus) Jakarta adalah 3,5-4,5. R0 (R nought atau R zero) adalah ukuran tingkat penyebaran virus korona. Pada pertengahan Maret sebelum pembatasan ditetapkan, angka R0 Jakarta 3,5 artinya satu orang terpapar covid-19 menulari 3,5 orang.
Baca juga : Lebih dari Sebulan PSBB, Masih Banyak Warga tak Pakai Masker
"Kalau kita lihat intervensi Maret, mulailah angka reproduksi itu mengalami penurunan. Ilustrasinya menurun secara bertahap. Jakarta turun berkisar 1. Ada epidemiologis yang menghitung 0,9, ada yang 1,2. Angka bagus itu di bawah 1," kata Anies.
Menurut Anies, saat ini angka R0 Jakarta sudah stagnan di angka 1. Namun, angka ini berpotensi meningkat di bulan puasa karena aktivitas warga yang kerap ke luar rumah untuk ngabuburit atau membeli makanan berbuka puasa.
Untuk itu, ia pun menerbitkan Peraturan Gubernur No 41 tahun 2020 tentang Sanksi Pelanggaran PSBB. Anies juga menerbitkan Pergub No 47 tahun 2020 untuk membatasi waega bepergian ke luar daerah.
Menurutnya harus ada dasar hukum agar petugas bisa menindak pelanggaran.
"Ke depan kita harus lebih ketat lagi. Itu salah satu alasan saya keluarkan regulasi larang keluar dari Jakarta. Kalau kita melarang orang bepergian jauh bentuknya harus regulasi. Kalau imbauan tidak ada dasar hukum. Nanti petugas tidak punya dasar hukum menyanksi. Petugas di lapangan punya dasar hukum," tegasnya. (OL-7)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved