Sabtu 16 Mei 2020, 12:34 WIB

​​​​​​​Anies: Publik Jangan Terbuai Wacana Pelonggaran PSBB

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
​​​​​​​Anies: Publik Jangan Terbuai Wacana Pelonggaran PSBB

MI/PIUS ERLANGGA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga tidak buru-buru terseret arus isu pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga tidak buru-buru terseret arus isu pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia mengingatkan, pandemi tidak bisa dijadwalkan kapan bisa menghilang.

Namun, dengan berbasis keilmuan dan sains, semua pihak bisa mengupayakan untuk pandemi ini bisa segera berangsur menghilang.

Anies mengungkapkan untuk mengukur seberapa parah penyebaran virus, para epidemiologis menggunakan satuan RO. RO di Jakarta pada Maret atau saat tingginya penularan mencapai angka 3,5-4,5. Angka itu dapat dibaca bahwa satu orang positif covid-19 dapat menularkan ke 3,5 orang sampai 4,5 orang.

"Sementara April hingga hari ini RO DKI sudah 1,2 dan ada yang mengukur 0,9. Kita longgarkan bila di bawah 1, Karena artinya sudah tidak ada penularan walau potensi ada. Kita tidak mau bilang bulan ini (PSBB longgar). Virus tidak ada jadwal. Jadi jangan terbawa wacana pelonggaran," ungkap Anies dalam diskusi virtual Life Stream Fest, Sabtu (16/5).

Baca juga: MUI DKI: Ada Pandemi, Salat Idulfitri tetap di Rumah

Ia menegaskan baru akan secara bertahap memulai pelonggaran PSBB setelah angka RO mencapai di bawah 1. Menurutnya, tidak bisa melakukan pelonggaran hanya berdasarkan kira-kira.

"Kita melakukan ini harus dengan kajian keilmuan, berdasarkan sains," tegasnya.

Ia khawatir, jika terburu-buru melonggarkan, Jakarta justru akan mengalami hal yang sama dengan yang dialami negara-negara di Eropa saat pandemi Flu Spanyol seabad yang lalu.

"Saat Juli, angka kematian Flu Spanyol adalah lima dari seribu penduduk. Ketika tidak ada lagi penularan pada Juli-September, lalu ada pelonggaran. Apa yang terjadi? Muncullah gelombang kedua di Oktober dengan kasus lima kali lipat lebih banyak. Setelah itu kita tahu ceritanya, 50 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat flu ini, 1,5 juta ada di Indonesia," paparnya.

Untuk itu, iapun meminta masyarakat untuk bertahan sebentar lagi berada di rumah.

"Kita bertahan sebentar lagi tapi dengan optimisme ini bisa segera dituntaskan. Setelah RO di bawah 1 kita mulai masa transisi," tegasnya. (A-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Penurunan Kepatuhan Prokes di Sejumlah Daerah Perlu Dicermati

👤Mediaindoensia.com 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 17:00 WIB
Perlu upaya bersama semua pihak untuk tetap mengoptimalkan perlindungan kesehatan, mengingat pandemi adalah perang panjang dan ancaman...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Mulai Buka, Sekitar 14 Ribu Orang Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 16:59 WIB
Jumlah pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, sejak dibuka pada hari pertama dan kedua hingga hari ini atau Minggu...
MI/RAMDANI

Pemprov DKI Tegaskan Reklamasi Pulau Telah Dihentikan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 16:45 WIB
Keputusan penghentian reklamasi tersebut dilakukan melalui kajian ilmiah mendalam yang dilakukan Pemprov...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya