Rabu 13 Mei 2020, 09:31 WIB

​​​​​​​Kadin DKI: Bansos Berupa Uang Tunai Lebih Efektif

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
​​​​​​​Kadin DKI: Bansos Berupa Uang Tunai Lebih Efektif

ANTARA
Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menilai bantuan berupa sembako sebaiknya diganti menjadi pemberian tunai.

 

KETUA Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Diana Dewi, merespon soal kisruh bantuan sosial (bansos) oleh menteri-menteri Presiden Joko Widodo yang mengkritik Gubernur Anies Baswedan.

Ia mengatakan, permasalahan silang pendapat dalam bantuan sosial berupa sembako bagi warga terdampak Pandemi Covid-19 seharusnya bisa diminimalisasi.

Diana berpendapat, bantuan berupa sembako sebaiknya diganti menjadi pemberian tunai. Hal itu, katanya, jauh lebih efektif dari sisi data penerima dan manfaat yang didapatkan oleh penerima bantuan.

"Soal bansos ini sebenarnya bisa ditekan permasalahannya jika dilakukan penyaluran tunai bukan lewat barang, agar masyarakat tidak bingung," kata Diana dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (13/5).

Diana menerangkan bantuan sembako akan memakan waktu dari proses penyiapan hingga proses pengiriman ke alamat yang sesuai.

"Kemarin ada berita terlambat gara-gara menunggu ketersediaan wadah. Hambatan-hambatan teknis akan banyak bermunculan jika pemberian bantuan nontunai. Sementara masyarakat sudah sangat membutuhkan," ungkap Diana.

Baca juga: Presiden Tinjau Proses Pembagian Bantuan Sosial Tunai

Dari sisi persediaan barang, Diana juga menyebut, akan terjadi kekurangan stok terutama sembako karena permintaannya tiba-tiba melonjak. Pemberian bantuan tunai jauh lebih bisa menaikkan daya beli dan langsung menggerakkan ekonomi masyarakat secara riil.

"Masyarakat bisa membelanjakan kepada warung atau toko sekitar sehingga ekonomi rakyat berjalan. Kemudian mereka bisa membeli bahan makanan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan jumlahnya bisa lebih banyak karena didapatkan dengan harga yang lebih murah," terang Diana.

Diana menyebut, dengan bantuan tunai masyarakat diarahkan untuk belanja di warung-warung terdekat demi mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Warga juga bisa diminta untuk menjalankan protokol kesehatan dalam PSBB saat berbelanja kebutuhan.

"Dengan PSBB justru warga harus belanja di warung terdekat dan sekitar sehingga di setiap titik RT/RW ada perputaran ekonomi riil. Ini justru bisa menolong masyarakat menengah ke bawah yang terpukul secara ekonomi," pungkas Diana. (A-2)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Pembangunan Berkelanjutan Dapat Ciptakan Jakarta Nyaman Dihuni

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 00:36 WIB
Widi menjelaskan, Jakpro sebagai perusahaan yang peduli terhadap pembangunan lingkungan berkelanjutan telah berkontribusi pada tujuh proyek...
DOK Pemkot Tangsel

Dispora Tangsel Beri Apresiasi Kepada Pembina Pramuka

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:17 WIB
BERTEMPAT di ruang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) Banten, Kamis (2/12), sejumlah...
Antara/M. Risyal Hidayat

Hadapi Ancaman Varian Covid-19 Omicron, Wagub DKI Jamin Kesiapan Faskes 

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 02 Desember 2021, 22:11 WIB
"Kita juga terus meningkatkan 3T. Di samping berbagai fasilitas yang ada, seperti rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, pengobatan....

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya