Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAM terakhir sebelum akhirnya McD Sarinah ditutup, warga terlihat berkumpul di depan tempat makan tersebut pada Minggu (10/5) minggu.
Dari video yang beredar, menunjukan warga antusias bertepuk tangan kepada pegawai atau manajemen McD Sarinah sebagai tanda terima kasih.
Hal ini sontak membuat warganet kaget dan kesal lantaran ditengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih banyak warga yang berkerumun.
Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan memberikan keterangan atas kejadian tersebut.
"Warga yang datang ke penutupan itu kan tanpa terduga dan disengaja. Masyarakat kan antusias dengan sendirinya datang ke sana. Kami juga enggak tahu," jelas Bernard saat dihubungi, Jakarta, Senin (11/5).
Saat mendapat laporan, Satpol PP langsung bergegas datang dan membubarkan kerumunan tersebut. Bernard menduga, warga yang berkumpul untuk mengenang momen sejarah mereka atau kenangan lain yang pada akhirnya memutuskan datang ke tempat tersebut.
Baca juga:Nostalgia Cinta di Malam Terakhir McDonald's Sarinah
McDonald's pertama kali dibuka di Sarinah Thamrin pada 14 Februari 1991 dan menjadi restoran McDonald's pertama di Indonesia
"Mungkin masyarakatnya yang merasa itu bersejarah mengena di hatinya. Bisa jadi mungkin dulu pacaran di situ atau ditembaknya di situ dulu. Jadi itu acara yang tanpa terduga dan enggak sengaja dikondisikan. Waktu manajemen mau tutup ada beberapa orang datang dengan sendirinya, kita juga enggak tahu," pungkas Bernard
Diketahui, dari video yang diunggah oleh akun bernama @pleasureboyss atau NugrahaDP, menunjukan warga berkerumun didepan McD Sarinah pada malam hari (10/5).
"PSBB what? The last day of McD Sarinah," sebut Nugraha.
Postingan tersebut dibanjiri komen warganet seperti dari akun @irfanrhtg atau Irfan Hutagalung dengan cuitanya mengatakan "Pembatasan Sosial Becanda Banget (PSBB)"
Lalu akun lainnya bernama @paravans menyebut "Yang lagi dirumah saja merasa dikhianati sih liat kalian semua kumpul-kumpul gitu,"
Sutradara ternamaan Joko Anwar juga ikut berkomentar soal video warga yang berkumpul di depan McD Sarinah. Dari akun sosialnya @jokoanwar ia berkata,
"Dan elo kumpul-kumpul, ngeluarin hape rekam video, buat apa? Buat sosmed? Dan elo menghujat orang yang bikin prank sampah demi konten? Seriously? Bedanya, perbuatan elo punya potensi bunuh banyak orang," ucapnya. (A-2)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved