Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PELANGGARAN kebijakan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta terus menurun di tengah pandemi korona (covid-19).
Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan masih ada beberapa masyarakat yang tidak peduli adanya PSBB.
"Kami seluruh gugus tugas tidak pernah berhenti unuk menyadarkan masyarakat bahwa pandemi adalah musuh bersama," ujar Yusri kepada Media Indonesia, Minggu (3/4).
Untuk mengingatkan bahaya korona kepada masyarakat, Yusri mengatakan harus pelan-pelan agar tak terjadi pelanggaran selama PSBB.
Baca juga : Terjaring Razia, 44 PMKS Dibawa ke GOR Cengkareng
"Masih ada yang tidak pakai masker, seperti beberapa tempat penduduk. Kita ingin ada partisipasi masyarakat untuk memgingatkan bahwa covid-19 adalah musuh bersama,"ujar Yusri.
"Kita harus ikut kebijakan pemerintah dan menyadarkan masing-masing pribadi bahaya korona. Kita tak pernah berhenti mengingatkan," tambahnya.
Selain itu, Yusri terus mengingatkan selama PSBB masyarakat wajib menerapkan standar kesehatan seperti penggunaan masker dan mengurangi jumlah penumpang 50 persen untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum (OL-7)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved