Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAKNYA warga Ibu Kota yang sudah pindah domisili dan meninggal dunia, tetapi terdaftar sebagai penerima bansos, semakin membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI memang tidak siap menyalurkan bantuan selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) covid-19.
Realitas itu diperparah dengan bukti adanya warga dengan status ekonomi menengah ke atas di perumahan elite yang juga tercacat sebagai penerima.
Demikian penegasan Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho ketika dihubungi, kemarin. *“Ya, di awal-awal ini masih sporadis saja. Kalau 1-2 masih wajar. Tapi kalau di beberapa wilayah yang seperti itu banyak, tentu ini jadi catatan,” kata Teguh.
Ia mengaku saat ini pihaknya tengah mengumpulkan detail informasi mengenai penyaluran bansos. Dalam proses pemeriksaan dan pengumpulan informasi itu, Ombudsman bekerja sama dengan Pemprov DKI dan lembaga nonpemerintah yang fokus pada hal tersebut.
Jika tidak ada aral, terang dia, rencananya hari ini Ombudsman akan mengundang Pemprov DKI untuk rapat melalui video teleconference.
“Saya tidak bisa menyatakan apa yang salah dan apa yang benar sebelum kami verifi kasi ke dinas sosial dan dinas kesehatan. Nah, yang hadir pada pertemuan itu, ya yang terkait tindakan korektif, seperti apa yang akan dilakukan Pemprov DKI untuk memperbaiki bansos,” katanya.
Teguh juga menyoroti ketidaksiapan pemerintah setempat. Maklum, sejauh ini belum ada separuh dari total target penyaluran bansos sebanyak 1,2 juta KK terdistribusi. Ia berharap rekomendasi yang bakal disampaikan dalam pertemuan itu dapat menjadi solusi untuk perbaikan.
Transparansi
Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino meminta Pemprov DKI Jakarta membuat wadah pengeluhan.
“Perlu adanya mekanisme penanganan keluhan apabila terjadi sengketa data pada saat verifi kasi,” ujar Wibi. NasDem menilai pentingnya transparansi ke publik perihal data bansos.
Dengan begitu, penyalurannya dapat tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat bahwa bansos rentan dimanipulasi.
“RT-RW harus aktif membantu untuk bertanya kepada warganya apakah warga tersebut memerlukan bansos. Jika ya, minta fotokopi KTP dan KK untuk pendataan dan laporan penerima bansos.”
Kemarin, Pemprov DKI kembali mendistribusikan bantuan sosial di 18 kelurahan di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. “Total paket sebanyak 92.269 paket. Pemprov DKI berupaya maksimal agar distribusi bantuan sosial dapat dilaksanakan sesuai jadwal,” tukas Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.
Secara terpisah, Korps Bhayangkara menggelar bakti sosial di seluruh Indonesia untuk membantu meringankan beban masyarakat. Instruksi itu disampaikan Kapolri Jenderal Idham Azis melalui surat telegram Nomor ST/1205/IV/KEP/2020 tertanggal 15 April 2020. (Put/Ins/Ykb/J-3)
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
KEMENTERIAN Agama mengawal penyaluran bantuan sosial keagamaan Rp473 miliar selama Ramadan 1447 H. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 3 juta fakir miskin di 117 kabupaten/kota
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menegaskan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan proses penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler pada triwulan pertama 2026 terus berjalan.
Memaknai perjalanan 19 tahun, PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina menggelar serangkaian kegiatan sosial.
Perumda Air Minum PAM JAYA menargetkan pembagian 2.000 toren air gratis sepanjang 2026 bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan kategori tertentu, guna mendukung pemerataan akses air bersih.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved