Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terjadi penurunan jumlah kendaraan pribadi di wilayah Ibu Kota.
"Ada penurunan jumlah kendaraan pribadi sekitar 30-40% dibandingkan hari sebelumnya," tutur Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, saat dikonfirmasi, Kamis (16/4).
Dishub DKI juga masih mengawasi arus kendaraan yang melintasi wilayah DKI Jakarta. Petugas rutin memeriksa kepatuhan warga terhadap protokol pencegahan virus korona (covid-19), yakni menggunakan masker saat berkendara.
Baca juga: Satpol PP Siap Sidak Perusahaan yang Bandel Selama PSBB
Sebelumnya, Jakarta Smart City mencatat ada tiga kawasan yang mengalami penurunan jumlah kendaraan pribadi secara drastis. Rinciannya, kawasan Sawah Besar di Jakarta Pusat, kawasan Kramat Sentiong di Jakarta Pusat dan kawasan Karet di Jakarta Selatan.
Di kawasan Sawah Besar misalnya, pada 17 Februari tercatat 43 ribu kendaraan pribadi yang melintas. Kemudian pada 28 Maret, hanya sekitar 6 ribu kendaraan yang melewati kawasan tersebut. Pada 17 Februari, tercatat 42 ribu kendaraan melintas kawasan Kramat Sentiong. Sementara itu, pada 28 Maret terjadi penurunan hingga 27 ribu kendaraan.
Menyoroti kawasan Karet, jumlah kendaaran pribadi yang melintas pada 17 Februari tercatat 35 ribu. Sedangkan pada 28 Maret, tercatat 17 ribu kendaraan pribadi yang melintasi kawasan tersebut.
Baca juga: Angka Pelanggaran Aturan PSBB di Jakarta Turun 36%
Terkait pembatasan operasional kendaraan, Dishub DKI berpegangan pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 tentang Penerapan PSBB di DKI Jakarta. Transportasi umum seperti Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT, hanya beroperasi pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
"Tidak ada penutupan layanan, yang ada hanya pembatasan layanan," tutup Syafrin.(OL-11)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved