Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DPRD DKI Jakarta meminta dalam pemberian bantuan sosial ke warga miskin dan rentan miskin di Ibu kota harus tepat sasaran. Distribusi penyaluran bantuan oleh Gubernur Anies Baswedan akan dilakukan esok hari (9/4).
"Daftar penerima bansos 3,7 juta yang diajukan gubernur itu diambil dari mana juga perlu kejelasan. Karena kita perlu data yang akurat untuk memperkecil ketimpangan," ungkap Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjutak, Jakarta, Rabu (8/4).
Adapun rincian 3,7 juta warga yang mendapatkan bansos itu ialah 1.1 juta warga akan dibiayai lewat APBD DKI. Mereka ialah penerima bantuan DKI selama ini, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan KJP Plus.
Sementara 2.6 juta warga sisanya menjadi tanggungan Kementerian Sosial melalui skema bantuan sosial khusus.
Gilbert pun meminta ada keterangan data jelas seperti nama dan alamat warga penerima bansos yang benar.
Baca juga : Lihat Kerumunan Saat PSBB, Warga Bisa Lapor ke Kanal Aduan DKI
"Sekarang data yang dipakai dari mana? Dinsos? Susenas (Survey Sosial Ekonomi Nasional)? Atau BPJS PBI? Ini seharusnya sejak awal sudah didata karena gubernur selalu minta lockdown. Jangan sampai ada yang benar butuh malah tidak dapat bantuan," tukas Gilbert.
Senada, Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengusulkan, masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan jaga jarak dan diam di rumah selama PSBB, harus dicoret dari daftar penerima bantuan.
"Selalu ada kewajiban dan hak. Kalau mereka tidak mau ikut aturan ya pasti ada konsekuensinya. Mereka harus dicoret dari daftar penerima bantuan,” tegas Wibi.
Disisi lain, Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Abdul Aziz mendukung positif langkah Anies tersebut. Ia berharap dengan adanya bansos secara tepat menjangkau masyarakat bawah.
"Untuk data penerima bansos, selain didapat dengan mendaftarkan diri via disnaker secara online, juga melibatkan RT dan RW sehingga tidak ada warga membutuhkan tapi tidak terdata," pungkas Aziz. (OL-7)
PADA peringatan hari lahir Partai Golongan Karya (Golkar) beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto kembali mengemukakan pandangannya tentang sistem pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
PKS tidak terjebak dalam logika biner antara pilkada langsung atau tidak langsung, melainkan mendorong adanya evaluasi yang berbasis data.
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi bahkan, jika diperlukan, mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat dalam aksi tawuran.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta mengusulkan evaluasi hingga pencabutan bansos bagi keluarga pelaku tawuran sebagai langkah tegas menekan aksi kekerasan di Jakarta.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu.
Gaji guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tercatat hanya Rp300 ribu per bulan, menjadikannya salah satu isu yang paling disorot publik.
Transaksi judi online bagi 12.402 KPM bansos dengan kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved