Jumat 28 Februari 2020, 16:48 WIB

Pasar Tebet Barat Jadi Pilot Project Pasar Bebas Plastik

Ihfa Firdausya | Megapolitan
Pasar Tebet Barat Jadi Pilot Project Pasar Bebas Plastik

Antara/Akbar Nugroho Gumay
Pedagang memasukkan belanjaan ke dalam tas ramah lingkungan saat bertransaksi di Pasar Tebet Barat, Jakarta.

 

PASAR Jaya Tebet Barat menjadi pasar percontohan bebas plastik pertama di Jakarta. Itu sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Per 1 Juli, Pasar Jaya Tebet Barat terbebas dari sampah plastik.  Mensosialisasikan hal tersebut, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administratif Jakarta Selatan, dan PD Perumda Pasar Jaya, serta didukung Kedutaan Besar Kanada, meluncurkan program Pasar Bebas Plastik di Pasar Jaya Tebet Barat.

Program ini meliputi kegiatan sosialisasi bagi pedagang melalui berbagai rangkaian kegiatan, seperti diskusi pengganti plastik sekali pakai. Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, mengatakan program ini turut melibatkan penyedia kantong belanja ramah lingkungan. Sehingga, pedagang mendapat solusi terkait penghentian penggunaan plastik sekali pakai.

“Pasar tradisional memiliki keunikan model bisnis dan interaksi dengan konsumen. Sehingga pasar tradisional memiliki modul pembinaannya sendiri. Ini merupakan program pasar bebas plastik pertama yang ada di Jakarta,” ujar Tiza, Jum'at (28/2).

Baca juga: Akhirnya, Pergub Pengurangan Sampah Plastik Disahkan

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Pengendalian Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Edy Mulyanto, sudah menugaskan jajarannya untuk memberikan sosialisasi kepada pedagang di pasar tradisional.

"Dari Pergub 142/2019 ini kami sudah membagi tugas. Ada tiga sasaran yang kita coba targetkan, yaitu pengelola pusat-pusat perbelanjaan, pengelola pasar swalayan dan pengelola pasar tradisional," papar Edy.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan konsumen, menjadi penentu keberhasilan kebijakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan. Dia juga mengapresiasi langkah Perumda Pasar Jaya yang berkomitmen memastikan penerapan aturan tersebut di seluruh pasar tradisional yang mereka kelola.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, meminta masyarakat untuk memiliki semangat menggunakan kantong belanja ramah lingkungan.

"Hal ini berkaitan dengan gaya hidup dan perilaku. Jadi seluruh instrumen harus kita siapkan. Kampanye ini harus all-out dan seluruhnya harus terlibat. Tidak hanya Dinas LH dan aktivis lingkungan," pungkas Isnawa.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

122 Tempat Usaha Ditutup Sementara Karena Langgar Prokes

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 21 Juni 2021, 22:55 WIB
Melalui penindakan, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai...
MI/RAMDANI

90% Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Polri Telah Terisi

👤Selamat Saragih 🕔Senin 21 Juni 2021, 22:40 WIB
Yayok menambahkan, ada peningkatan jumlah pasien Covid-19 di RS Polri dalam 10 hari...
DOK Pribadi.

Perusahaan Es Krim Dukung Pencapaian Target Vaksinasi Pemprov DKI Jakarta

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 21:59 WIB
Target yang ditetapkan untuk DKI Jakarta sebagai ibu kota Indonesia sebanyak 100.000 suntikan setiap hari mulai minggu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya