Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Mahmudah menuturkan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok lebih bagus kinerja ketimbang Gubernur Anies Baswedan.
Pernyataan Ida tersebut berdasarkan hasil survei Indo Barometer, yang menempatkan Anies di urutan terakhir dengan aspek keberhasilan Gubernur DKI Jakarta.
"Era Ahok memang lebih bagus ya dibandingkan sekarang ini. Bukan karena pak Ahok dari partai saya, tapi kenyatannya seperti itu," kata Ida saat dihubungi, Jakarta, Senin (17/2).
Berdasarkan hasil survei, Anies hanya mendapat 15,2% dari kategori lima masalah utama di DKI Jakarta jika dibandingkan dengan pendahulunya, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Ida pun mengatakan hasil ini memang dirasakan oleh masyarakat Jakarta. Ia menganggap Anies kurang mampu menangani permasalahan yang bersifat urgensi seperti banjir dan macet.
Baca juga : Ketua DPRD Minta Anies Jangan Sembarangan Tutup Diskotek
"Masyarakat kan bisa menilai. Kalau sekarang ini kan penanganan banyak yang baru kejadian, seperti terkaget-kaget (menanganinya). Jadi, terlihat tidak terkonsep untuk menyelesaikan dengan baik," jelas Ida.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DKI Jakarta, Gembong Warsono juga setuju atas hasil survei Indo Barometer.
Soal survei ini, kata Gembong, merupakab suatu kajian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya ia setuju dengan hasil survei itu dibandingkan kondisi lapangan yang ada.
"Bukan masalah lebih baik atau buruk. Pak Anies memang tidak melakukan apa-apa. Selama dua tahun warga Jakarta disuguhkan wacana antara naturalisasi dan normalisasi. Hanya berkutat di situ tapi aksi lapangan enggak ada," kata Gembong.
Dalam hasil survei yang dilakukan Indo Barometer terhadap 1.200 res-ponden yang tersebar di 34 provinsi itu, hanya 15,2% yang menganggap Anies berhasil jika dibandingkan dengan Joko Widodo 31% dan Ahok 25,8%.
Hasil itu didapat dengan menggunakan lima kategori utama masalah Jakarta, antara lain banjir, kemacetan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga. Soal banjir, aspek keberhasilan Anies hanya 4,1%, Jokowi 25%, sedangkan Ahok 42%. (OL-7)
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Jebolnya tanggul baswedan membuat permukiman warga di sekitar Jati Padang, Pasar Minggu, mengalami banjir hingga mencapai 1 meter.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved