Senin 03 Februari 2020, 15:22 WIB

Hati-Hati, Ada Potensi Akumulasi Pelanggaran Roda Dua dari E-TLE

Ilham Ananditya | Megapolitan
Hati-Hati, Ada Potensi Akumulasi Pelanggaran Roda Dua dari E-TLE

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pengendara motor masuk ke jalur Trans-Jakarta

 

KEPALA Bidang Operasional Satgas E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) Arif menuturkan ada potensi lebih dari 1 pelanggaran di hari yang sama oleh 1 pengendara.

"Jika di Thamrin dia melalukan kesalahan seperti masuk jalur Trans-Jakarta, begitupun di Tugu Tani, dia bisa terkena dua pelanggaran sekaligus karena terjadi di dua lokasi berbeda. Sedangkan jika dalam satu lokasi terdapat dua sampai tiga pelanggaran, seperti tidak memakai helm dan masuk jalur Trans-Jakarta maka hanya dikenakan satu pelanggaran dan diambil dengan denda yang paling besar," kata Arif, Senin (3/2).

Jika pelanggar mendapat pelanggaran di 10 titik yang berbeda, maka hasil denda juga akan diakumulasikan sebanyak itu.

Setelah dinyatakan melanggar, maka surat tilang akan langsung dikirim ke alamat pelanggar.

"Paling lambat dua hari, karena perkiraan untuk pencarian lokasi rumah dan sampai di rumah," imbuhnya.

Baca juga: Polisi akan Permanenkan E-TLE Portabel Secara Bertahap

Untuk pemblokiran STNK akan dilakukan ketika pelanggar sudah menerima surat bukti melanggar. Saat itu pula, pelanggar terhitung dalam waktu rentang sembilan hari, melakukan konfirmasi pembayaran. Jika pelanggar tidak melakukan konfirmasi maka STNK akan langsung diblokir. Jika pelanggar melakukan konfirmasi data pelanggaran, maka orang tersebut mendapat tambahan waktu lima hari. Sehingga jangka waktu konfirmasi menjadi 14 hari.

Denda tilang mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengendara motor yang tidak menggunakan helm melanggar Pasal 106 ayat 8 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 1 bulan atau denda Rp250.000.

Pengendara motor yang menerobos traffic light dan melanggar marka jalan dikenai Pasal 287 ayat 1. Pelanggar diancam hukuman penjara maksimal dua bulan atau denda Rp500.000.

Pengendara motor yang menggunakan ponsel saat berkendara melanggar Pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009. Pelanggar diancam kurungan penjara maksimal 3 bulan atau denda Rp750.000.(OL-5)

Baca Juga

Antara/Indrianto Eko Suwarso

Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Dibuka Hanya Untuk Bike to Work

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 21 September 2021, 17:49 WIB
"Jadi begini, sesuai yang disampaikan Pak Dirlantas, bahwa untuk kegiatan bersepeda itu untuk khususnya tujuan bekerja bike to work...
Antara/Sigid Kurniawan

PPKM Level 3, Kepadatan Lalu Lintas di Jakarta Meningkat

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 21 September 2021, 17:37 WIB
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rudy Saptari pun mengakui bahwa volume lalu lintas di Jakarta makin...
Dok.MI

Kawasan Bintaro Disatroni Begal, Beraksi dengan Celurit dan Pisau

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 21 September 2021, 17:27 WIB
Dari enam pelaku, empat tersangka berinisial RDS (17 tahun), AFA (14 tahun), FGA dan CFR, (17 tahun) telah ditangkap,semuanya masih...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Awas Banjir Mengancam Kota Jakarta

KEKHAWATIRAN selalu menyelimuti sebagian warga Provinsi DKI Jakarta jika musim hujan kembali datang.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya