Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Polda Metro Jaya Petakan Pergeseran Jam Sibuk Selama Ramadan

Golda Eksa
20/2/2026 13:58
Polda Metro Jaya Petakan Pergeseran Jam Sibuk Selama Ramadan
Ilustrasi .(MI/Usman Iskandar)

DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat adanya perubahan pola pergerakan masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya selama bulan suci Ramadan. Berdasarkan analisis selama dua hari terakhir, terjadi pergeseran waktu kepadatan arus lalu lintas, baik pada pagi maupun sore hari.

Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabagbinopsnal) Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Robby Hefados, mengungkapkan bahwa pada pagi hari, puncak kepadatan cenderung bergeser lebih lambat dari biasanya.

"Pagi hari, masyarakat cenderung lebih siang, dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB, masyarakat baru menuju ke kantornya masing-masing," kata Robby dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/2).

Antisipasi Kepadatan Menjelang Berbuka
Sebaliknya, pada sore hari, arus kendaraan mulai memadat lebih awal. Sekitar pukul 15.30 WIB, volume kendaraan di sejumlah ruas jalan terpantau meningkat signifikan karena masyarakat bergegas pulang untuk mengejar waktu berbuka puasa.

"Mungkin karena masyarakat kita berupaya untuk mengejar waktu, supaya bisa buka puasa di rumah dan melaksanakan ibadah shalat tarawih," ujar Robby.

Menyikapi fenomena ini, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyesuaikan pola pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan di titik-titik rawan. Penempatan personel disesuaikan dengan jam-jam baru pergerakan masyarakat tersebut.

"Ya, mudah-mudahan, kegiatan masyarakat bisa kita lancarkan, bisa tetap kita maksimalkan supaya masyarakat bisa dapat cepat ataupun segera kembali ataupun menuju ke tempat tujuan yang diinginkan," ungkapnya.

Larangan Melawan Arus demi Takjil
Selain masalah kemacetan, pihak kepolisian juga memberikan atensi khusus pada keselamatan berkendara. Robby mengimbau warga agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran demi kepentingan sesaat, seperti membeli penganan berbuka.

"Karena ingin membeli takjil, terus melawan arus. Nah, ini tentunya akan dapat membahayakan, bukan membahayakan diri sendiri, tetapi juga membahayakan pengendara lain," tutur Robby.

Pihak kepolisian berharap masyarakat tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama agar ibadah Ramadan tahun ini berjalan aman dan kondusif. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya