Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat adanya perubahan pola pergerakan masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya selama bulan suci Ramadan. Berdasarkan analisis selama dua hari terakhir, terjadi pergeseran waktu kepadatan arus lalu lintas, baik pada pagi maupun sore hari.
Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabagbinopsnal) Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Robby Hefados, mengungkapkan bahwa pada pagi hari, puncak kepadatan cenderung bergeser lebih lambat dari biasanya.
"Pagi hari, masyarakat cenderung lebih siang, dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB, masyarakat baru menuju ke kantornya masing-masing," kata Robby dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/2).
Antisipasi Kepadatan Menjelang Berbuka
Sebaliknya, pada sore hari, arus kendaraan mulai memadat lebih awal. Sekitar pukul 15.30 WIB, volume kendaraan di sejumlah ruas jalan terpantau meningkat signifikan karena masyarakat bergegas pulang untuk mengejar waktu berbuka puasa.
"Mungkin karena masyarakat kita berupaya untuk mengejar waktu, supaya bisa buka puasa di rumah dan melaksanakan ibadah shalat tarawih," ujar Robby.
Menyikapi fenomena ini, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyesuaikan pola pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan di titik-titik rawan. Penempatan personel disesuaikan dengan jam-jam baru pergerakan masyarakat tersebut.
"Ya, mudah-mudahan, kegiatan masyarakat bisa kita lancarkan, bisa tetap kita maksimalkan supaya masyarakat bisa dapat cepat ataupun segera kembali ataupun menuju ke tempat tujuan yang diinginkan," ungkapnya.
Larangan Melawan Arus demi Takjil
Selain masalah kemacetan, pihak kepolisian juga memberikan atensi khusus pada keselamatan berkendara. Robby mengimbau warga agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran demi kepentingan sesaat, seperti membeli penganan berbuka.
"Karena ingin membeli takjil, terus melawan arus. Nah, ini tentunya akan dapat membahayakan, bukan membahayakan diri sendiri, tetapi juga membahayakan pengendara lain," tutur Robby.
Pihak kepolisian berharap masyarakat tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama agar ibadah Ramadan tahun ini berjalan aman dan kondusif. (Ant/P-2)
Volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H+7 Idulfitri 1447H/2026 atau Sabtu, 28 Maret 2026 mencapai 212.138 kendaraan.
Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi 28-29 Maret. Pemerintah imbau masyarakat hindari tanggal tersebut dan manfaatkan diskon tol 30%.
Polres Garut mengamankan mobil ambulans yang ugal-ugalan dan hampir menabrak anggota Polisi di jalan Lewo, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.
Adapun rinciannya antara lain, lalu lintas di Gerbang Tol Cengkareng menuju Bandara Soekarno-Hatta tercatat sebanyak 685.453 kendaraan atau naik 3,25% dibandingkan tahun lalu.
Dalam teori lalu lintas, gerbang tol merupakan "bottleneck" atau titik penyempitan kapasitas akibat kendaraan harus melambat bahkan berhenti.
Jalur Puncak terpantau lancar pada H-7 Lebaran 2026 dengan volume 1.100 kendaraan/jam. Simak 6 titik rawan macet saat jam ngabuburit sore ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved