Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
UNJUK rasa terjadi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin.
Aksi massa yang menamakan diri Suara Rakyat Bersatu Jakarta Bergerak itu menuntut Gubernur DKI Anies Baswe-dan bertanggung jawab atas peristiwa banjir yang terjadi pada 1 Januari lalu.
"Tuntutannya kita minta pertanggungjawaban Anies Baswedan mundur. Kami menganggap kinerjanya tidak bagus, terlalu banyak menyalahkan orang lain. Itu kan bukan sosok pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik berani bertanggung jawab dengan apa yang terjadi. Tidak menghindari dari masalah," kata politikus PDI Perjuangan, Dewi Tanjung, yang menggalang aksi itu.
Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad menyebut demonstrasi itu merupakan bentuk ketidakpuasan terhadap kinerja Anies terkait dengan penanganan banjir.
"Aksi tersebut menjadi pecutan untuk berbenah dan kerja-kerja lebih lagi agar banjir bisa ditanggulangi di Jakarta," ujar Idris.
Selain dengan berdemo menuntut Anies, ketidakpuas-an warga juga ditunjukan melalui gugatan class action. Diketahui, jumlah kerugian warga yang terdampak banjir mencapai Rp42,3 miliar. Ada 243 orang yang mengajukan gugatan tersebut.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mempersilakan masyarakat Jakarta mengajukan gugatan class action terkait dengan banjir Jakarta.
"Itu hak masyarakat, hak pengusaha, dan pemprov wajib melayani semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat dan perusahaan," ujar Pras, panggilan akrab Prasetyo.
Nanti, imbuh Pras, polisi akan menyelidiki apakah bencana itu akibat kesalahan pemerintah daerah, lokasi, atau kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Menurut Pras, masyarakat lebih baik fokus ke kelengkapan hukum dulu.
Namun, Pras tak menampik bahwa dalam hal ini pemerintah daerah lalai. Pasalnya, beberapa bentuk antisipasi tak dilakukan. Misalnya, tali air tak dibersihkan atau waduk belum dikeruk maksimal.
"Kalau menurut saya, ini pemprov tidak siap saja, lalai," ujarnya menyimpulkan.
Klaim kerja maksimal
Pemprov DKI mengklaim sudah bekerja maksimal dalam menangani banjir.
"Yang jelas, kami pemprov dipimpin Pak Gubernur merespons bencana ini dengan waktu yang sangat singkat," ujar Sekretaris Daerah Saefullah.
Ia mengklaim penanganan dilakukan dengan singkat dan cepat. Indikatornya terlihat dari aktivitas perdagangan dan transportasi yang berfungsi normal dengan cepat.
Saefullah menjabarkan bahwa pemprov sudah bekerja sejak Rabu (1/1) subuh. Seluruh petugas dikerahkan.
"Mudah sekali menggerakkannya karena mereka sudah tahu tugas dan fungsinya, harus berada di mana dan bagaimana melakukan apa, itu sudah tahu," terang dia.
Ia juga menyebutkan bahwa tingkat genangan air tidak separah biasanya. Contohnya, genangan air yang biasa muncul di area Balai Kartini dan Gedung Dinas Pendidikan DKI pascahujan sudah tak terlihat di pagi hari.
Demikian juga di terowong-an (underpass) Cawang, yang cepat beroperasi kembali pascahujan deras tersebut.
"Itu termasuk jalan utama, sudah operasional. Underpass tak ada masalah karena pompa berfungsi baik," kata dia. (Ssr/And/Medcom/J-1)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang berada di kawasan MH Thamrin.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved