Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 70 ekor ular berbagai jenis ditangkap selama banjir merendam wilayah Kota Bekasi. Diduga, ular-ular tersebut keluar lantaran habitat ular terendam banjir.
Pelaksana Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Eko Uban, mengatakan, puluhan ekor ular tersebut terdiri dari beragam jenis mulai dari sanca, kobra, pipa, weling, welang dan ular kadut. Diduga, ular itu keluar disebabkan habitatnya terendam banjir.
“Ular yang telah dievakuasi mulai dari anak sampai dengan induknya. Evakuasi itu juga berdasarkan laporan warga yang resah dengan munculnya ular di lingkungan,” ungkap Eko, Selasa (14/1).
Menurut Eko, paling banyak jenis ular yang evakuasi adalah kobra. Bahkan, reptil pemilik bisa beracun tersebut pun ada yang sampai masuk ke rumah warga.
“Ada 40 ular jenis itu, baik anak maupun induknya,” kata Eko.
Selain ular jenis kobra, kata Eko, ular Sanca juga didapat di beberapa titik saat banjir kemarin. Berbeda dengan kobra, ular sanca jauh lebih besar dan panjang. Meski tidak berbisa, lilitannya cukup mematikan.
“Untuk ular Sanca itu ada 10 baik yang ukuran besar atau yang kecilnya. Selain itu Sisanya uler pipa, kadut, weling, welang,” ujar Eko.
Eko mengatakan, selama proses evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi juga bekerjasama dengan komunitas reptil yang ada di wilayahnya. Selanjutnya, ular-ular tersebut akan diserahkan pada para pecinta reptil.
“Kalau kita sendiri untuk evakuasi kewalahan, karena memang kemarin pada keluar dari sarangnya karena banjir. Saat ini ular-ularnya termasuk juga buaya muara yang kami evakuasi sudah bersama para pencinta reptil,” tandas dia. (Gan/OL-09)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Sejumlah warga yang merupakan penghuni belasan rumah itu sempat terlibat bentrok dengan puluhan petugas gabungan yang dikerahkan.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan malam tahun baru, tetapi dianjurkan tidak melakukannya secara berlebihan.
Dana yang digelontorkan untuk mendukung administrasi kesekretariatan hingga fasilitas kegiatan lingkungan itu langsung dikebut pencairannya oleh para ketua RW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved