Jumat 29 November 2019, 18:17 WIB

Bongkar Anggaran Lem Aibon, William Dikenakan Sanksi Teguran

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Bongkar Anggaran Lem Aibon, William Dikenakan Sanksi Teguran

MI/Saskia Aditya Sarana
Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI William Aditya Sarana

 

BADAN Kehormatan DPRD DKI Jakarta memutuskan memberikan sanksi teguran pada anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana.

Sanksi teguran berkenaan dengan sikap William yang beberapa bulan lalu mengunggah anggaran-anggaran tidak wajar dari dokumen Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2020.

Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Ahmad Nawawi menyebut penyebab pemberian sanksi tersebut adalah William dinilai tidak pada posisinya untuk mengungkap anggaran tersebut ke publik.

"Dia kan anggota Komisi A. Sementara anggaran itu ada di Komisi E. Sementara di Komisi E juga ada anggota PSI. Jadi seharusnya memang bukan dialah kalau mau mengunggah itu. Biarlah diungkap oleh anggota Komisi E," kata Nawawi di Gedung DPRD DKI, Jumat (29/11).

Nawawi justru menilai wajar dalam sistem penganggaran yang masih berupa draf KUAPPAS ada mata anggaran yang tidak penting. Hal itu berkaitan dengan waktu penyusunan KUAPPAS 2020 yang cepat dan dinamis.

Baca juga : DPRD Enggan Batalkan Penghapusan Anggaran Bangun Hotel TIM

"Kedua, barang itu barang dummy. Itu sejak dulu biasa. Kesulitan penyusunan program dia ambil dulu. Meski pada akhirnya menjadi 0, mungkin saja, tidak masalah," tukasnya.

Menurutnya keputusan ini telah berdasarkan hasil diskusi dari anggota Badan Kehormatan termasuk dirinya. Nawawi menegaskan rekomendasi sanksi ini akan diserahkan pada Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.

Sebelumnya, laporan pada Badan Kehormatan atas dugaan pelanggaran kode etik oleh William bermula pada saat William mengunggah tangkapan layar situs Bappeda DKI yang menunjukkan anggaran KUAPPAS 2020.

Tangkapan layar tersebut diunggah di akun Twitter William pada 29 Oktober silam. Ia mengunggah mata anggaran pengadaan Lem Aibon senilai Rp82 miliar. Anggaran itu menjadi kontroversial dan diikuti dengan mundurnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappeda) DKI Sri Mahendra Satria Wirawan.(OL-7)

Baca Juga

Antara

Lewat Tempe Orek, Sabu Diselundupkan ke Tahanan

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 03 Maret 2021, 02:00 WIB
Dua pelaku datang ke Polres Jakarta Selatan dengan membawa makanan untuk tahanan dengan menyebutkan nama samaran. Mereka juga tidak...
MI/ Insi Nantika Jelita

Ketua DPRD Puji Penanganan Covid-19 di DKI

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 02 Maret 2021, 23:35 WIB
Ia pun berharap Dinas Kesehatan DKI Jakarta dapat menggencarkan vaksinasi...
Antara

Jajaran Polda Metro Jaya Butuh Siraman Rohani

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 02 Maret 2021, 22:20 WIB
KAPOLDA Metro Jaya Irjen M Fadil Imran meminta jajarannya untuk diberikan pemahaman keagamaan atau siraman...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya