Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
IMBAS kecelakaan tunggal truk pengangkut besi pelat 60 ton di kilometer 14 ruas Tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta dirasa sampai ke jalur arteri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebab, kendaraan yang semua berada di dalam tol beramai-ramai keluar mencari jalur alternatif.
Yuni, warga Mustika Jaya, mengaku sudah hampir 1,5 jam terjebak kemacetan di Kawasan MM2100. Padahal, biasanya waktu tempuh yang dia butuhkan untuk sampai ke rumah dari kawasan Lippo Cikarang hanya 45 menit.
"Ini dari jam 17.00 WIB masih di MM2100, macetnya parah," ungkap Yuni, Selasa (22/10).
Yuni mengatakan, tidak hanya jalur arteri yang terasa lebih macet. Namun, jalur-jalur tikus di wilayah Cibitung pun ikut macet.
"Macetnya di mana-mana, ini biasanya magrib sampai rumah di Tambun tapi enggak bergerak ini, baru sampai sekitar pukul 19.17 WIB tadi," kata dia.
Seperti diberitakan, truk pengangkut besi pelat 60 ton patah di kilometer 14 ruas Tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta, Selasa. Akibatnya, arus lalu lintas mengarah ke Jakarta macet parah sejak pagi hingga saat berita diturunkan.
Baca juga: Truk Pengangkut Besi Patah di Tol Jakarta-Cikampek
Diduga, sopir pengendara truk bernomor polisi B 9823 DB mengantuk hingga merangsek naik ke pembatas jalan atau trotoar. Pihak Jasa Marga hingga saat ini masih melakukan evakuasi. Namun, ekor kemacetan saat ini sudah lebih dari kawasan Karawang Barat.
Menurut Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Faiza Rini, kendaraan truk flatbed bermuatan besi pelat 60 ton mengalami kecelakaan tunggal pada pukul 05.30 WIB.
"Kecelakaan diakibatkan oleh pengemudi kendaraan yang mengantuk sehingga menabrak pembatas jalan hingga terbalik miring dan mengalami patah as roda karena kondisi truk yang overload," kata Faiza dalam keterangan resmi.
Proses evakuasi masih berlangsung. Dua unit alat berat jenis crane dikerahkan untuk mengevakuasi.
Namun, belum juga membuahkan hasil. Karena itu, petugas di lapangan akan memotong bagian truk supaya mudah dievakuasi.
"Saat ini terpantau kepadatan masih terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta yang disebabkan oleh proses evakuasi yang masih berlangsung," tandas Faiza. (OL-1)
Tol Japek II Selatan akan dibuka fungsional mulai 15 Maret 2026 untuk urai macet di KM 66. Cek rute dan kesiapan jalurnya di sini.
Jasa Marga prediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 jatuh pada 18 Maret dengan 3,5 juta kendaraan. Simak titik macet dan kebijakan WFA dari pemerintah.
Kondisi ini memicu antrean kendaraan yang mengular panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
MRT Timur-Barat Fase 2 Kembangan-Balaraja dibidik jadi solusi kemacetan dua arah Jakarta-Banten. Pemprov dan 8 pengembang mulai kajian TOD lintas wilayah.
SEBANYAK 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta akan dibongkar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berharap pembongkaran tiang monorel itu dapat memecah kemacetan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta tidak mengabaikan aspek sosialisasi kepada masyarakat.
PT Jasa Marga menerapkan diskon tarif tol sebesar 30% untuk rute menerus dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris yang bertugas membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.
Selain itu, disediakan 15 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) fungsional di berbagai titik strategis.
“Pembatasan ini akan mulai diberlakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Astra Infra sebagai penyedia layanan infrastruktur publik khususnya jalan tol, siap melayani pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman mereka.
PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Tol Kutepat) di Sumatra Utara mempercepat pembangunan jalan tol tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved