Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengambil langkah taktis untuk mengantisipasi potensi kemacetan parah di titik pertemuan arus KM 66 pada musim Lebaran 2026. Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan dipastikan akan dibuka secara fungsional, khususnya untuk melayani arus balik dari arah Bandung menuju Jakarta.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa jalur fungsional ini akan disiapkan secara khusus mulai 15 Maret 2026. Fokus utamanya adalah memecah kepadatan kendaraan yang datang dari arah Bandung agar tidak menumpuk di jalur utama menuju Jakarta.
Menurut Rivan, KM 66 merupakan titik krusial karena menjadi lokasi pertemuan arus lalu lintas dari Tol Trans Jawa dengan arus dari Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Dengan dibukanya Tol Japek II Selatan, beban kendaraan di titik tersebut diharapkan berkurang signifikan.
"Karena ini akan mengurai supaya tidak bertemu di kilometer 66, maka masyarakat kemudian diminta memilih atau mungkin bahkan diwajibkan melewati Tol Japek II Selatan ini. Seluruh tujuannya, terutama yang mau ke Cimanggis, Bogor, Bekasi, itu bisa langsung melalui tol fungsional tersebut," ujar Rivan dalam media briefing di Jatiasih, Selasa (10/3).
Sementara itu, Polda Jawa Barat memastikan kesiapan infrastruktur di lapangan. Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono, menyebutkan bahwa pengecekan bersama Korlantas Polri telah dilakukan untuk memastikan keamanan jalur.
Selain Japek II Selatan, pihak kepolisian juga menyiapkan skenario fungsional untuk ruas Tol Bocimi Seksi 3 sepanjang 6 kilometer yang menghubungkan Parungkuda hingga Karangtengah.
Pembukaan jalur fungsional ini bersifat situasional. Kepolisian akan memutuskan pengoperasian jalur berdasarkan hasil traffic counting atau penghitungan volume kendaraan secara real-time di lapangan.
Persiapan ini merupakan bagian dari optimalisasi Operasi Ketupat 2026 guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik bagi masyarakat yang melintasi wilayah Jawa Barat menuju ibu kota. (Z-10)
Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved