Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Ditargetkan Urai Kemacetan Jakarta

Golda Eksa
08/1/2026 19:08
Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Ditargetkan Urai Kemacetan Jakarta
Tiang monorel yang mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan .(MI/Susanto)

UPAYA penataan estetika kota dan penguraian simpul kemacetan di Jakarta memasuki babak baru. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, berharap pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mampu menjadikan Ibu Kota lebih rapi dan fungsional.

Yuke menegaskan bahwa pembenahan jalur protokol merupakan prioritas pada tahun 2026 demi mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global yang sejajar dengan kota modern dunia lainnya.

“Komisi D pastinya berharap pembenahan jalan-jalan protokol pada tahun 2026 ini menjadikan Jakarta lebih rapi, indah dan tidak terjadi macet," ujar Yuke di Jakarta, Kamis (8/1).

Monitoring Penataan Jalur Protokol
Yuke menilai penataan secara masif sangat diperlukan untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Pihaknya mengaku terus melakukan pengawasan ketat terhadap proses pengerjaan di lapangan, terutama pada ruas jalan yang pengerjaannya belum merata.

"Kalau kita perhatikan, saat ini sejumlah ruas jalan masih dalam proses pengerjaan. Seperti Jalan Kuningan, Jakarta Selatan saat ini sisi kanan dan kiri sangat berbeda. Ada yang sudah dirapikan dan belum. Itu yang terus kita lakukan monitoring,” jelasnya.

Namun, Yuke mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak mengabaikan aspek sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini krusial untuk meminimalkan dampak kemacetan selama proses pembongkaran berlangsung.

"Hal ini sangat diperlukan, karena menyangkut kemacetan di Jakarta akibat pembongkaran tiang monorel. Belum lagi karena adanya faktor cuaca yang tidak menentu, jangan sampai menimbulkan kemacetan dan juga genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat," tambah Yuke.

Strategi Eksekusi Malam Hari
Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa teknis pembongkaran akan dilakukan pada malam hari. Langkah ini diambil guna meminimalisir gangguan arus lalu lintas di kawasan bisnis tersebut. Selain itu, skema pengalihan arus telah disiapkan.

"Nantinya para pengguna jalan akan dialihkan ke jalur cepat saat pengerjaan pembongkaran tiang monorel dilakukan," kata Syafrin.

Proyek pembongkaran dijadwalkan akan dieksekusi oleh Dinas Bina Marga pada Rabu (14/1) mendatang. Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan dana mencapai Rp100 miliar untuk menumbangkan 98 tiang monorel yang telah mangkrak selama bertahun-tahun di sepanjang jalur Kuningan. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya