Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA remaja laki-laki bernama Arya, 12, dan Abdul Khodir Sahrullah, 14, tenggelam akibat terseret ombak di Perairan Ancol Timur, Pademangan, Jakarta Utara, pada Minggu (16/6) siang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta, Hendra Sudirman, mengatakan, korban bernama Arya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Abdul Khodir Sahrullah masih belum ditemukan.
Hingga Senin (17/6) sore, tepi Perairan Ancol Timur masih ramai dengan teman-teman korban yang menyaksikan proses pencarian oleh petugas SAR gabungan. Salah satunya adalah Andika Putra yang akrab disapa Juju, 16, yang merupakan sahabat dekat Abdul Khodir
Sahrullah yang hingga kini masih dalam pencarian.
Juju adalah salah satu anak yang berada di Perairan Ancol Timur ketika Abdul dan Arya digulung ombak.
Juju menceritakan pada awalnya dia, Abdul, Arya dan anak-anak lainnya yang berjumlah sekitar 30 orang mendatangi lokasi untuk mencari
kerang.
"Ramai-ramai sih awalnya, ada 30-an. Idenya nyari kerang, buat makan bareng-bareng, buat pesta gitu," tutur Juju di tepi Perairan Ancol Timur, Senin.
Puluhan remaja itu tiba di Perairan Ancol Timur pada sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka semua berangkat bersama-sama dari daerah Sunter Agung tanpa pengawasan orang dewasa.
Juju mengatakan, mereka memang sering bermain di perairan yang berada tidak jauh dari PLTU Tanjung Priok tersebut. Namun dalam rombongan ini ada beberapa orang yang baru pertama kali datang ke Perairan Ancol Timur yang sejatinya merupakan kawasan terbatas dan tidak diperuntukan untuk wisata.
Baca juga: 10 Penyelam Dikerahkan Cari Remaja Tergulung Ombak di Ancol
Setibanya di pantai tersebut anak-anak itu langsung menceburkan diri ke air. Anak-anak yang lebih tua dalam rombongan tersebut sempat mengingatkan agar yang tidak bisa berenang tidak ikut terjun ke air, namun tidak didengarkan.
"Anak gede sudah bilang yang tidak bisa berenang tidak usah ikut, eh mereka ngeyel, makanya begitulah," kata Juju.
Abdul, Arya, dan satu orang lainnya kemudian terpisah dari rombongan yang tengah bermain di pantai dan kemudian Juju mendengar ada anak yang lebih tua yang berteriak minta tolong. Mereka kemudian mendatangi arah teriakan tersebut dan menemukan Arya sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
"Tiga orang terpisah dari yang lain. Saat tiba Arya sudah di angkat, yang gedenya sudah pada teriak minta tolong," ujarnya.
Hingga tadi siang, Juju masih menunggu jasad sahabat dekatnya itu ditemukan. Meski demikian, dia enggan menunggu di lokasi tempat sahabatnya itu tenggelam. Sebab, dia mengaku masih trauma dengan kejadian yang membuatnya kehilangan sahabat dekatnya itu.
"Dia (Abdul) sahabat saya. Dari kecil udah kenal, saya udah pindah rumah juga dia masih main sama saya. Ke mana-mana bareng," tuturnya.
Juju juga mengatakan pagi ini dirinya mendatangi rumah duka tempat Arya disemayamkan untuk membacakan surat Yasin sebelum kembali
menunggu sahabatnya di tepi perairan timur Ancol. (OL-1)
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
APUDSI adakan Rakernas & HUT ke-1 di Jakarta, fokus konsolidasi ekonomi desa, digitalisasi produk, dan penguatan ketahanan nasional.
Kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai swasta.
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan utama dalam pengawasan ini adalah gas elpiji tabung 3 kilogram.
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
KPK menyebut PT Blueray bertindak sebagai importir dari banyak perusahaan dan kini mendalami peran afiliasi serta modus suap dalam kasus dugaan korupsi importasi di Bea Cukai.
Keduanya diduga terseret arus ke bagian tengah waduk yang lebih dalam.
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
SEORANG pekerja perusahaan sawit bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33) tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPPĀ Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Total delapan santriwati terseret arus Sungai Lusi saat hendak mencari kerang setelah mengunjungi rumah ustaz di bantaran sungai.
TIGA orang santriwati yang terseret arus sungaiĀ Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved