Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI warung tenda itu, kepulan asap dengan aroma rempah yang nikmat menguar. Seorang pramusaji kemudian menuangkan kuah pekat yang juga berisi cabai merah dan hijau, juga potongan tomat hijau. Selain itu, ke dalam wadah saji dimasukkan potongan-potongan daging yang merupakan isi utama masakan itu. Belum dicicip pun rasa nikmat, gurih, dan segar sudah terbayang.
Itulah sajian Asem-Asem Koh Liem yang sudah tersohor sebagai salah satu kuliner legendaris di Semarang, Jawa Tengah. Namun, kali ini Media Indonesia bukan menikmati langsung di kota kelahirannya, melainkan pada festival kuliner Kampoeng Legenda yang berlangsung di Mal Ciputra, Jakarta. Asem-Asem Koh Liem yang berdiri sejak 1978 menjadi satu dari 55 tenant yang mengisi festival yang berlangsung 7-18 Agustus 2024 itu.
“Awal mula Asem-Asem Koh Liem ini dari kaki lima, sampai akhirnya hidangan ini mulai populer gara-gara almarhum Ahmad Rafiq (aktor dan penyanyi) yang kerap datang ke tempat kami. Dari sana makin banyak yang datang ke tempat kami dan sampai sekarang sudah bisa punya dua warung sendiri,” tutur generasi ketiga dari pemilik warung Asem-Asem Koh Liem, Eko Utomo, di Jakarta, Kamis (8/8), kepada Media Indonesia.
Baca juga : Kawasan Kemayoran akan Dikembangkan Jadi Pusat Kuliner
Disajikan sederhana di atas paper bowl, sekilas hidangan itu mengingatkan pada rawon yang juga berkuah hitam dan berisi daging. Namun, kehadiran cabai yang cukup berlimpah dan tomat hijau menghadirkan cita rasa yang sangat berbeda dari rawon, yakni karena cita rasa asam. Bahkan, tanpa mengigit tomat, rasa asam juga sudah ada di dalam kuahnya.
Eko menyebut hal itu berkat kehadiran asam jawa. Satu bahan lain yang menjadi tiga serangkai pencipta cita rasam asam ialah belimbing wuluh. Soal bumbu yang lain, Eko menyebut sebagai rahasia dapur. “Kami punya bumbu rempah sendiri yang kami olah sendiri dan tidak ada orang lain yang tahu, ini resepnya rahasia. Bumbu itulah yang kemudian membedakan hidangan asam-asam daging kami berbeda dengan yang lain,” tutur Eko.
Dalam semangkuk asam-asam itu, irisan cabai merah diberi dalam ukuran cukup besar, tetapi dapat dikatakan tetap aman dimakan bagi yang tidak menyukai pedas. Di sisi lain, meski memiliki warna hitam pekat seperti kecap, rasa manisnya tidak dominan.
Baca juga : Aktivitas Ekonomi Sektor Kuliner Terus Tumbuh di Tangsel
Dibanderol dengan harga Rp60 ribu per porsi (harga di Semarang), hidangan asam-asam daging Koh Liem dapat dikatakan tidak pelit, potongan daging sapi yang dimasukkan dalam seporsi hidangan cukup banyak. Daging pun memiliki tekstur yang lembut dan tidak alot, menambah kenikmatan saat menyantap hidangan.
Bandeng kuah asam
Baca juga : Festival Kuliner Hadir di Kelenteng Sam Poo Kong
Hidangan andalan lain yang dimiliki Eko ialah bandeng kuah asam yang dibanderol dengan harga Rp50 ribu. Dalam hidangan tersebut, kuah yang dipakai sama dengan yang ada pada hidangan daging.
“Kalau orang makan bandeng itu biasanya, kan, ada durinya dan itu ganggu, ya. Nah, punya kita enggak ada durinya, sudah hancur, sudah lunak banget,” jelas Eko.
Kuah yang asam nyatanya juga cocok dipadukan dengan bandeng. Cita rasa gurih ikan menyajikan paduan yang berbeda, tapi tetap segar seperti juga dengan isian daging.
Baca juga : Kampung Wujil Ramadan Kembali Sajikan Lebih dari 100 Kuliner Nusantara dan Grand Prize Honda Beat
Di tempat asalnya di Jalan Karang Anyar atau di Jalan Mayor Jenderal DI Panjaitan, Kota Semarang, Asem-Asem Koh Liem juga memiliki belasan hidangan lain, seperti udang goreng mentega, ayam goreng mentega, jeroan goreng mentega, bandeng sarden, Capcay, hingga Cumi-Cumi Mentega. Hidangan itu pun di bandrol dengan harga mulai Rp45 ribu-Rp75 ribu. (M-1)
Dengan rentang harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp20.000 hingga Rp65.000, Gedong Heritage menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda hingga kalangan keluarga.
Hikiniku to Come secara literal berarti daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
Satresnarkoba Polrestabes Semarang mengungkap peredaran sabu pada 15 Feb dan 15 Mar 2026, menangkap 2 tersangka serta menyita 7,3 kg sabu dan sejumlah barang bukti.
BBWS Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum melakukan perawatan sejumlah mesin pompa di Rumah Pompa Kali Tenggang, Semarang, sebagai upaya pengendalian banjir
Berdasarkan data sementara pada H-7 Lebaran, jumlah kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang melintasi gerbang tol tersebut rata-rata sebanyak dua ribu unit kendaraan per jam.
Mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu.
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved