Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

GKR Hemas Menginspirasi Ibu Negara Madagaskar

Nur/P-1
23/4/2015 00:00
GKR Hemas Menginspirasi Ibu Negara Madagaskar
(MI/M IRFAN)
WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) GKR Hemas menerima kunjungan Delegasi Madagaskar yang dipimpin istri Presiden Madagaskar Vohangy Rajaonarimampianina.

Dalam kesempatan tersebut, Rajaonarimampianina menyampaikan keinginan negaranya untuk bekerja sama dengan Indonesia, terutama dalam upaya pemberdayaan perempuan.

"Pertemuan ini sebagai awal dari kerja sama yang akan kita lakukan antarnegara, khususnya terkait persoalan di bidang kegiatan perempuan," ujar Rajaonarimampianina di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut, antara lain istri Ketua Delegasi The Comprehensive Economic Development Strategy (CEDS) Patricia Rasoarahona, Senior CEDS Lucie Laurent, dan Sekretaris CEDS Eliance Ratovoson.

Saat menanggapi keinginan kerja sama tersebut, dengan antusias Hemas menyambutnya.

Ia berharap adanya optimalisasi pemberdayaan perempuan di Indonesia dan Madagaskar.

"Perempuan Indonesia saat ini sudah masuk ke ranah publik. Mereka tidak hanya bekerja di sektor pertanian, tetapi secara profesional turut membangun perekonomian melalui beragam bidang kerja," jelasnya.

Tidak lepas dari itu, Hemas menyampaikan perempuan Indonesia saat ini memiliki tantangan tersendiri.

"Tantangannya, mereka bisa menempatkan posisi dalam pekerjaan mereka, tentu punya suatu risiko yang membuat mereka harus membagi waktu," terangnya.

Ia mencontohkan kegiatannya selaku senator yang mengharuskannya bisa membagi waktu di parlemen dan mendampingi Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta.

Meski dominan berada di Jakarta, ia harus pulang setiap akhir pekan.

"Menurut saya, sudah banyak perempuan Indonesia yang jauh lebih berdaya dan banyak juga yang bekerja sebagai pengambil kebijakan," terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, Hemas menyampaikan DPD terus berjuang untuk meningkatkan partisipasi peran politik perempuan hingga 30%.

Baginya, tidak ada demokrasi tanpa perwakilan perempuan di parlemen.

Hemas mengatakan pihaknya berharap kerja sama yang terjalin dapat meningkatkan peran perempuan baik di bidang ekonomi, politik, dan sosial.

Pada kesempatan tersebut juga dibicarakan bagaimana peran DPD dalam mendorong kemajuan perempuan Indonesia.

"Mereka tahu kami anggota DPD yang berasal dari daerah. Jadi mereka menanyakan bagaimana kegiatan petani-petani di daerah, apa yang bisa distrategikan," ujar Hemas seusai pertemuan.

Tak hanya itu, sambungnya, delegasi Madagaskar juga menanyakan sistem koperasi perempuan di Indonesia.

"Saya bilang masyarakat kita tradisinya sering melakukan suatu pertemuan kelompok tani sehingga mereka punya program pertanian dan bagaimana mereka bisa masuk ke pasar," tuturnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya