Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN terbaru mengungkapkan bahwa pola makan yang dimodifikasi dari diet Mediterania, yang dikenal sebagai diet MIND (Mediterranean-Dash Intervention for Neurodegenerative Delay), memiliki kaitan erat dengan perlambatan proses penuaan otak.
Dalam sebuah studi yang melibatkan 1.647 orang dewasa paruh baya dan lanjut usia, mereka yang menerapkan diet MIND secara konsisten menunjukkan korelasi positif dalam mempertahankan jaringan otak seiring bertambahnya usia.
Fenomena ini terlihat jelas pada massa abu-abu (gray matter), yaitu jenis jaringan yang bertanggung jawab atas fungsi-fungsi vital seperti berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan. Selain menjaga massa abu-abu, partisipan yang mengikuti pola makan ini juga ditemukan memiliki pembesaran ventrikel yang lebih minim, yang merupakan indikator lain dari hilangnya jaringan otak.
Secara luar biasa, mereka yang paling disiplin menjalankan diet MIND mengalami perubahan otak yang setara dengan penundaan penuaan selama 2,5 tahun dibandingkan mereka yang tidak. Data ini dikumpulkan selama rata-rata 12 tahun melalui laporan mandiri mengenai kebiasaan makan dan pemindaian otak menggunakan MRI.
Para peneliti dalam laporan ilmiahnya menjelaskan mekanisme di balik manfaat ini, "Makanan yang direkomendasikan dalam diet MIND yang kaya akan antioksidan, seperti beri, dan sumber protein berkualitas tinggi seperti unggas, dapat mengurangi stres oksidatif dan memitigasi kerusakan saraf."
Sebaliknya, mereka memberikan peringatan keras terhadap pola makan yang buruk. Mereka menjelaskan bahwa makanan cepat saji yang digoreng sering kali mengandung lemak tidak sehat, lemak trans, serta produk akhir glikasi lanjutan yang tinggi, di mana hal-hal tersebut dapat memicu peradangan dan menyebabkan kerusakan pada sistem vaskular.
Diet MIND sendiri merupakan perpaduan strategis antara Diet Mediterania dan diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Struktur intinya mengacu pada konsumsi tanaman dan kacang-kacangan yang tinggi, ikan dan produk susu dalam jumlah sedang, serta meminimalisir daging merah.
Melalui kombinasi ini, diet MIND berupaya menangkal penurunan kognitif dengan memberikan penekanan khusus pada sayuran hijau, beri, biji-bijian, dan minyak zaitun sebagai lemak utama.
Meskipun hasilnya menjanjikan, para ilmuwan mencatat bahwa atrofi massa abu-abu dan pembesaran volume ventrikel adalah penanda penuaan otak yang sudah mapan.
"Massa abu-abu, yang kaya akan badan sel saraf, dendrit, dan sinapsis, memainkan peran kunci dalam memori, pembelajaran, dan pengambilan keputusan. Sebaliknya, perluasan volume ventrikel mencerminkan atrofi otak, di mana hilangnya jaringan otak disertai dengan pembesaran ruang yang diisi cairan serebrospinal."
Namun, penelitian ini bersifat observasional, sehingga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Selain pola makan, faktor gaya hidup lain seperti kualitas tidur dan genetika juga memegang peranan penting dalam kesehatan kognitif yang tidak bisa diabaikan begitu saja dalam analisis ini.
Di sisi lain, terdapat beberapa temuan unik yang memerlukan riset lebih lanjut karena hasilnya cukup mengejutkan. Sebagai contoh, kaitan biji-bijian utuh justru ditemukan berhubungan dengan penurunan massa abu-abu yang lebih cepat dalam sampel ini, sementara konsumsi keju tampak memperlambat penurunan kesehatan otak, padahal diet MIND biasanya menyarankan pembatasan keju dalam menu harian.
Mengingat lonjakan populasi lansia di seluruh dunia dan meningkatnya beban penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, temuan ini menjadi sangat krusial. Para peneliti menyimpulkan bahwa mempromosikan diet MIND sebagai bagian dari panduan diet bagi populasi lansia bisa menjadi strategi yang mudah diakses untuk menghadapi tantangan kesehatan global. (H-2)
Studi terbaru ungkap diet MIND bisa memperlambat penuaan otak hingga 2,5 tahun. Tapi benarkah efeknya sebesar itu? Simak faktanya.
Brain fog merupakan gambaran umum dari penurunan kemampuan kognitif yang kerap dipicu oleh stres, perubahan hormon, hingga efek pascainfeksi.
Makanan instan dan gorengan masih mendominasi pola konsumsi masyarakat. Ahli menekankan pentingnya edukasi gizi dan peran keluarga dalam menjaga kesehatan.
Guru Besar Gizi UI Prof Sandra Fikawati peringatkan risiko porsi makan tak terkontrol saat Lebaran yang picu lonjakan gula darah dan kolesterol.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved