Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA peningkatan kualitas kesehatan keluarga terus digalakkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan intervensi gizi langsung. Salah satu inisiatif yang menjangkau banyak wilayah sejak awal 2023 hingga kini melibatkan kolaborasi antara pelaku usaha ritel dan tenaga kesehatan setempat, seperti yang dilakukan Alfamidi lewat program bertajuk Keluarga Sehat.
Program ini menyasar keluarga dengan balita melalui edukasi seputar pola asuh, nutrisi anak, serta pentingnya bermain dalam mendukung perkembangan kognitif.
Didukung Posyandu dan narasumber dari Puskesmas setempat, kegiatan ini digelar secara rutin di sejumlah daerah.
“Masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya zat besi dalam masa pertumbuhan anak. Padahal, kekurangan zat besi bisa berdampak pada tumbuh kembang hingga fungsi jantung,” jelas Siti Hanifah, ahli gizi dari Puskesmas Teluk Naga, yang turut menjadi pemateri dalam salah satu sesi edukasi.
Selain edukasi, program ini juga menyasar pencegahan stunting melalui pemberian protein hewani, seperti telur, kepada anak-anak yang mengalami hambatan pertumbuhan.
Corporate Communication Alfamidi Retriantina Marhendra menjelaskan bahwa dengan pemberian edukasi, Alfamidi ingin berkontribusi lebih menambah pemahaman orang tua terhadap tumbuh kembang anak, asupan gizi, pola asuh yang tepat untuk buah hatinya.
Kurang optimalnya asupan gizi dan kekeliruan pola asuh bisa menyebabkan anak rentan terkena penyakit hingga terindikasi stunting.
Selain edukasi, program lain yang juga fokus pada kesehatan anak yaitu Protein Cegah Stunting.
Mendukung program penurunan stunting pemerintah, sejak tahun 2023 hingga Maret 2025, Alfamidi menjalankan program ini dan telah menyalurkan 69.840 telur yang menjangkau 373 anak. Telur dipilih karena mengandung asam amino, kolin dan omega-3 yang mampu mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak.
“Program ini menjadi langkah konkret Alfamidi berkontribusi dan peduli dalam pengentasan stunting. Bantuan ini tidak hanya berkontribusi langsung terhadap pemenuhan gizi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan gizi seimbang untuk balita. Diharapkan dengan pemberian asupan telur secara berkelanjutan selama 6 bulan, akan lebih memberi dampak untuk kenaikan berat badan anak terindikasi stunting,” ujar Retriantina.
Tak hanya peduli tumbuh kembang balita, CSR Alfamidi juga fokus pada kesehatan masyarakat lewat pemeriksaan kesehatan gratis. Sepanjang 2024 hingga awal 2025 terdapat 1.880 peserta terlayani. Pengecekan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, asam urat serta kolesterol.
Ketiga hal ini umumnya menjadi masalah utama yang mempengaruhi kualitas kesehatan seseorang. Dengan melakukan deteksi dini, diharapkan mampu mencegah kemungkinan risiko penyakit menjadi lebih serius di kemudian hari.
Mengutip laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tak jauh berbeda, kasus diabetes juga terus meningkat. Bahkan Indonesia menempati peringkat kelima dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Komplikasi diabetes memicu penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, amputasi dan kematian.(H-2)
Kekurangan asupan nutrisi bukan sekadar masalah fisik atau tubuh yang terlihat kurus. Lebih jauh, ketidakseimbangan gizi dapat mengganggu struktur fundamental otak.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Peneliti UCSF mengungkap stres pada anak akibat bullying hingga kemiskinan berdampak permanen pada otak.
Penelitian University of Georgia ungkap pola asuh ayah dan ibu memengaruhi kecemasan sosial remaja.
Psikiater Samarinda ungkap pola asuh keras picu self-harm remaja. Validasi emosi sejak kecil penting cegah depresi, kecemasan, hingga perilaku menyakiti diri.
Benturan antara tradisi lama dan saran medis modern masih menjadi masalah besar dalam penerapan Makanan Pendamping ASI (MPASI) di Indonesia
UPAYA membangun pola asuh keluarga yang baik harus menjadi perhatian serius semua pihak untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing di masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved