Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA remaja merupakan fase penuh tantangan, ditandai dengan perubahan besar yang kerap memicu kecemasan, mulai dari rasa gugup hingga ketakutan terhadap situasi sosial. Kecemasan ini berdampak pada kebahagiaan dan kesejahteraan remaja, sehingga orangtua perlu membimbing mereka dengan pemahaman gaya pengasuhan yang tepat demi mendukung tumbuh kembang yang sehat.
Sebuah penelitian dari University of Georgia, yang dipublikasikan dalam jurnal Adolescent Research Review, memberikan wawasan penting tentang gaya asuh. Gaya pengasuhan ayah dan ibu berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan sosial remaja.
Penelitian terdahulu telah menegaskan baik ayah maupun ibu berperan penting dalam pembentukan kesejahteraan psikologis anak. Studi terbaru ini memperluas pemahaman tersebut dengan menunjukkan sikap penuh kasih dan dukungan dari kedua orangtua mampu menurunkan tingkat kecemasan sosial remaja.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh cinta akan lebih mudah membangun rasa percaya diri dan merasa aman. Sebaliknya, penolakan atau sikap dingin dari orangtua justru berkaitan dengan tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi. Dengan kata lain, anak yang merasa diterima di rumah akan lebih siap menghadapi tantangan sosial di luar rumah.
Aturan dan batasan tetap penting dalam mendidik anak, tetapi penelitian ini menegaskan pengendalian yang berlebihan justru berbahaya. Orangtua yang memberikan tuntutan tidak realistis, mempermalukan anak, atau menggunakan rasa bersalah sebagai alat kontrol berisiko menimbulkan kecemasan sosial pada anak.
Menariknya, perilaku mengontrol dari ibu berdampak lebih kuat dibanding perilaku serupa dari ayah. Penelitian ini tidak secara pasti menjelaskan alasannya, tetapi diduga terkait dengan perbedaan peran sosial antara ayah dan ibu, serta waktu yang lebih banyak dihabiskan ibu bersama anak, yang membuat pengaruhnya lebih besar.
Seperti banyak hal lainnya, keseimbangan adalah kunci. Remaja perlu diberi kebebasan untuk tumbuh mandiri, tetapi tetap dengan bimbingan yang sehat. Kontrol yang terlalu ketat hanya akan menumbuhkan rasa tidak percaya diri dan memperburuk kecemasan. Sebaliknya, kebebasan yang proporsional dapat membantu anak membangun keterampilan menghadapi kehidupan jangka panjang.
Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, anak-anak menghadapi situasi baru yang sering kali menimbulkan rasa cemas. Kabar baiknya, orangtua dapat memberikan perlindungan emosional dengan menciptakan suasana rumah yang hangat, penuh kasih, dan mendukung.
Menyadari bahwa sikap kita berperan besar dalam perkembangan sosial dan emosional anak adalah sebuah pengingat bahwa hal sederhana seperti kehangatan dapat menjadi penopang utama mereka dalam menghadapi dunia. (Parents/Z-2)
Peneliti Johns Hopkins mengungkap rahasia protein GluD yang selama ini dianggap pasif. Penemuan ini membuka jalan baru untuk pengobatan kecemasan hingga ataksia.
Penelitian UC Davis menemukan kadar kolin otak 8% lebih rendah pada penderita gangguan kecemasan. Temuan ini membuka kemungkinan pendekatan nutrisi untuk membantu keseimbangan kimia otak.
Peneliti menemukan obat berbasis LSD bernama MM120 mampu meredakan gejala gangguan kecemasan umum secara signifikan dibanding terapi konvensional.
Data Survei Kesehatan Nasional (SKI) tahun 2023 menunjukkan sekitar 2% penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami masalah kesehatan mental.
Studi ungkap 1 dari 8 ibu alami kecemasan pascapersalinan (PPA). Kenali gejala, risikonya, dan pentingnya dukungan mental setelah melahirkan.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Komunikasi yang aman dan terbuka diyakini mampu membentengi remaja dari risiko negatif fenomena yang tengah viral.
Dorongan remaja untuk mengikuti tren berbahaya sering kali berakar pada kebutuhan psikologis untuk diterima oleh lingkungan sosial mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved