Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUTUHAN protein setiap orang berbeda-beda sesuai dengan usia, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan yang bersangkutan. Diane Seto, ahli gizi senior dari Mount Elizabeth Hospital di Singapura, menyampaikan bahwa ibu hamil juga memerlukan asupan protein ekstra.
Menurut dia, ibu hamil membutuhkan tambahan asupan protein untuk mendukung pertumbuhan bayi serta mengatasi peningkatan volume darah dan perubahan dalam tubuh. Ibu hamil membutuhkan protein sekitar 1,1 gram per kilogram berat badan setiap hari.
Jaclyn Reutens, ahli gizi klinis dan olahraga dari Aptima Nutrition & Sports Consultants, menyampaikan bahwa kebutuhan asupan protein juga dipengaruhi oleh tingkat aktivitas.
Baca juga : Ragam Manfaat Kacang Mete untuk Ibu Hamil
Orang yang sedang melatih kekuatan (strength training) disarankan menggandakan asupan protein menjadi 1,6 sampai dua gram per kilogram berat badan per hari menurut referensi yang dibagikan oleh Reutens.
Bagi orang yang berolahraga dengan intensitas regular sampai sedang seperti bersepeda, asupan protein bisa ditingkatkan menjadi 1,2 hingga 1,5 gram per kilogram berat badan sehari.
Sementara itu, orang yang melakukan aktivitas ringan seperti berbelanja, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, atau berjalan-jalan tidak perlu mengonsumsi lebih banyak daging atau tahu untuk meningkatkan asupan protein.
Baca juga : Perempuan Lebih Rentan Terkena Anemia, ini Dampaknya
Reutens mengatakan bahwa bagi kebanyakan orang, asupan protein tidak boleh melebihi 1,5 gram per kilogram berat badan per hari.
Sementara itu, menurut ahli gizi utama di Allium Healthcare Mary-ann Chiam, kebutuhan protein orang dewasa sehat berusia 18 hingga 49 tahun secara umum sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari.
"Misalnya, orang dengan berat 70 kg seharusnya mengonsumsi sekitar 56 gram protein setiap hari," katanya.
Baca juga : Atasi Stunting, Sumatra Barat Bagi-Bagi Sembako dan Telur
Kebutuhan protein bisa dipenuhi dengan mengonsumsi sumber protein seperti telur dan tempe. Sebagai gambaran, tiga telur atau empat potong tempe dapat menyediakan 20 gram hingga 25 gram protein.
Chiam menyampaikan bahwa kebutuhan protein berubah seiring dengan pertambahan usia. Pada usia 30-an, sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari dapat membantu menjaga massa otot dan kesehatan secara keseluruhan.
Namun, Chiam mengatakan, beberapa ahli menyarankan orang yang memasuki usia 40-an sedikit meningkatkan asupan protein menjadi sekitar satu gram per kilogram berat badan per hari untuk membantu mengatasi hilangnya otot akibat usia dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga : Kandungan Gizi Ikan Lele Tak Kalah dari Ikan Salmon
"Ketika menginjak usia 50-an, sebaiknya meningkatkan lagi asupan protein menjadi 1,2 gram per kilogram berat badan setiap hari," kata Chiam.
Ia menambahkan, orang dewasa yang lebih tua lebih rentan mengalami penurunan kekuatan dan masa otot atau sarkopenia dan dapat membutuhkan lebih banyak protein untuk mempertahankan massa dan kekuatan otot.
Faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan protein adalah kondisi kesehatan. "Orang dewasa dengan kondisi medis seperti kanker atau penyakit ginjal akan memiliki kebutuhan protein yang berbeda," kata Chiam.
Sebagaimana hal lain dalam hidup, konsumsi protein juga tidak boleh berlebihan. Kelebihan asam amino akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh. Kebanyakan asupan protein dapat menimbulkan peningkatan kadar lemak dalam darah dan memicu penyakit jantung.
Di samping itu, kelebihan asupan protein dapat membebani ginjal, menimbulkan risiko tambahan bagi orang yang rentan sakit ginjal.
Oleh karena itu, lebih baik berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan protein yang tepat sesuai dengan usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. (Ant/H-2)
Telur merupakan sumber protein hewani yang sudah menjadi pangan pokok dan banyak dikonsumsi masyarakat.
Protein hewani tidak melulu harus menggunakan bahan dengan harga yang cukup mahal seperti daging merah.
Dokter spesialis anak, I Gusti Ayu Nyoman Partiwi,menegaskan bahwa protein hewani memiliki peran vital dalam pertumbuhan anak karena lebih mudah diserap tubuh
Penelitian menemukan konsumsi protein hewani tidak meningkatkan risiko kematian, bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap kematian akibat kanker.
Tidak sedikit ditemukan PMT di daerah-daerah yang salah kaprah dan kurang memperhatikan nutrisi adekuat karena suguhan yang diberikan kadang tidak mengandung protein hewani.
Pemerintah Indonesia telah mengakui signifikansi hal ini dengan memperkenalkan pedoman gizi yang dikenal sebagai Gizi Seimbang sejak tahun 2000-an.
Suplemen tidak selalu wajib dikonsumsi setiap hari. Nutrisi dari makanan bergizi tetap yang utama, sementara suplemen hanya diperlukan pada kondisi medis tertentu.
Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal mengonsumsi makanan bergizi atau rutin berolahraga. Banyak orang sudah mengetahui pentingnya dua hal tersebut, tapi justru membahayakan jantung.
Anak yang tengah sakit influenza sering kali mengalami penurunan nafsu makan. Kondisi tubuh yang tidak nyaman membuat mereka sulit mengonsumsi makanan seperti biasanya.
Mulai usia 40? Inilah 8 makanan sehat pilihan ahli gizi—dari minyak zaitun hingga ikan berlemak—yang bantu cegah penyakit dan jaga tubuh tetap bugar.
Temukan 6 menu makanan sehat yang dapat membantu menurunkan risiko kanker, termasuk es loli berry, salad kale, dan mangkuk quinoa untuk pola makan seimbang.
BANYAK cara untuk mendukung HUT ke-80 Kemerdekaan RI di beberapa daerah. Salah satunya membuat masakan bagi pendukung upacara penurunan bendera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved