Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SUPLEMEN sering dianggap cepat dan mudah untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian. Namun, bukan berarti semua orang harus mengonsumsinya setiap hari. Suplemen tidak selalu wajib bagi mereka yang sudah memenuhi kebutuhan gizi lewat makanan sehari-hari.
Makanan utuh selalu lebih baik dibanding suplemen. Nutrisi dari sayur, buah, biji-bijian, daging tanpa lemak, dan susu lebih mudah diserap tubuh, dibanding vitamin atau mineral yang dikemas dalam suplemen.
Suplemen lebih tepat digunakan sebagai pelengkap khusus ketika ada kebutuhan medis tertentu, seperti kekurangan vitamin D, anemia akibat kekurangan zat besi, atau untuk ibu hamil yang diresepkan asam folat. Dalam kondisi itu, konsumsi suplemen mengikuti arahan dokter bisa membantu memperbaiki kekurangan vitamin.
Suplemen tidak dimaksudkan untuk menggantikan pola makan sehat. Banyak orang yang mengonsumsi suplemen dengan harapan langsung merasa lebih sehat, padahal tubuh tetap butuh variasi makanan bergizi lengkap. Mengandalkan suplemen saja tanpa memperhatikan asupan harian justru bisa membuat tubuh tetap kekurangan beberapa zat penting.
Selain itu, aturan konsumsi suplemen harus sesuai dosis yang dianjurkan. Mengonsumsi vitamin atau mineral secara berlebihan tanpa pengawasan medis bisa menimbulkan efek samping, seperti gangguan pencernaan, interaksi dengan obat lain, atau bahkan keracunan nutrisi tertentu.
Untuk memutuskan apakah perlu suplemen atau tidak, dokter menyarankan agar seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan atau konsultasi gizi terlebih dahulu. Tes darah sederhana bisa membantu mengetahui apakah ada defisiensi tertentu yang perlu ditebus dengan suplemen.
Suplemen bisa berguna bila dipilih dengan tepat dan digunakan sesuai kebutuhan. Namun bagi banyak orang yang sudah makan seimbang, konsumsi suplemen harian bukan sesuatu yang wajib. Prioritas utama tetap pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan pemeriksaan kesehatan berkala. (Klinikkeluarga/Z-2)
Kekurangan asupan nutrisi bukan sekadar masalah fisik atau tubuh yang terlihat kurus. Lebih jauh, ketidakseimbangan gizi dapat mengganggu struktur fundamental otak.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved