Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
NGEMIL sudah menjadi kebiasaan yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang suka makan camilan di sela kegiatan. Sayangnya, sebagian orang memilih jenis camilan yang kurang sehat, seperti gorengan, keripik gurih tinggi garam, dan kue-kue manis yang mengandung banyak gula.
Ahli gizi Vania, S. Gz mengungkapkan, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukannya, ada lima faktor yang membuat seseorang mengonsumsi camilan tidak sehat. Yaitu, camilan tersebut mudah didapat, rasanya dinilai enak, harganya murah, menimbulkan efek ‘ketagihan’, dan menyenangkan.
Karena pilihan camilan yang kurang sehat itu, sebagian orang lantas menuding bahwa ngemil merupakan kebiasaan yang tidak baik. “Padahal, dalam ilmu gizi, ngemil atau snacking merupakan bagian dari lima jadwal makan dalam sehari. Yaitu, tiga kali makan utama dan dua kali snacking di antara makan utama,” terang Vania di acara temu media yang digelar Rockit Apple di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca juga : 8 Buah ini Ramah Diabetes dan Cocok Sebagai Camilan
Jadi, lanjut Vania, yang tidak baik bukan ngemil-nya, melainkan pilihan menu camilannya. “Camilan yang sehat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi. Disarankan untuk mengonsumsi camilan jenis whole food atau makanan segar dan minim proses pengolahan,” ujar nutrisionis lulusan Universitas Indonesia itu.
Ia mencontohkan buah-buahan sebagai salah satu jenis camilan sehat. Buah kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang membantu menangkal efek negatif radikal bebas. "Buah-buahan, khususnya apel, menjadi menu snacking yang sangat baik karena nutrisi dan kandungan flavonoid yang dimilikinya. Mengonsumsi makanan yang mengandung flavonoid dapat mengurangi risiko berbagai penyakit, mulai dari diabetes hingga kanker. Selain buah, jenis camilan sehat lainnya ialah kacang-kacangan, sayur segar seperti timun, dan yogurt rendah gula," tutur Vania.
Diakui, mengubah kebiasaan ngemil gorengan menjadi buah-buahan bukan hal mudah. Tapi, hal itu perlu diupayakan dan dibiasakan demi hidup yang lebih sehat. “Perlu pembiasaan, prosesnya memang tak mudah. Karena, gorengan lebih mudah didapat, lebih murah, dan rasanya enak. Tapi kita perlu mempertimbangkan dampak jangka panjangnya,” kata Vania.
Pada kesempatan sama, South East Asia (South) Market Manager Rockit Apple Stephanie Widyowati menjelaskan, pihaknya menghadirkan apel asal Selandia Baru di Indonesia sebagai alternatif camilan sehat. Pohon apel Rockit merupakan hasil dari teknologi perkawinan silang yang menggabungkan sifat-sifat baik dari dua jenis apel, yaitu apel Gala dan Splendour. Sifat-sifat tersebut antara lain muncul dalam rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah.
“Selain itu, ukurannya yang lebih kecil daripada apel biasa menjadikannya lebih praktis untuk camilan karena bisa habis dalam sekali makan. Semoga apel ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam memilih camilan sehat,” pungkas Stephanie. (B-1)
Komitmen terhadap penguatan ekosistem industri halal nasional terus ditunjukkan oleh para pelaku usaha melalui partisipasi aktif dalam berbagai ajang festival bergengsi sepanjang 2025.
Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan camilan praktis dan lezat. Creamy Cheese Stick berbahan susu evaporasi jadi pilihan finger food kekinian untuk momen kebersamaan keluarga.
Yafa meyakini makanan bisa menjadi jembatan antara keberlanjutan, kemanusiaan, dan kenikmatan.
Melalui kampanye edukatif Ngemil Bijak, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam ngemil sehingga bisa mendapat manfaat positif bagi tubuh dan pikiran.
Buah kering melalui proses pengeringan yang mengurangi kadar air, tetapi meningkatkan konsentrasi gula yang ada.
MOMEN menonton film di bioskop bersama keluarga di akhir pekan menjadi saat yang dinanti. Momen itu tak lengkap jika tidak menikmati camilan.
Buah ini memiliki kandungan gizi vitamin C, serat pangan, antioksidan, kalium yang baik untuk pencernaan, menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah
Apel merupakan buah yang sangat populer di seluruh dunia karena rasanya yang manis atau sedikit asam, teksturnya yang renyah, dan kandungan nutrisinya yang tinggi.
Mengonsumsi apel secara rutin, terutama tanpa mengupas kulitnya, terbukti mendukung kesehatan jantung.
Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Salah satu pemicunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi, yang sering kali tidak menunjukkan gejala.
Mengonsumsi beberapa jenis buah saat perut kosong, khususnya di pagi hari, ternyata memberikan manfaat ekstra.
Mengonsumsi 2 apel setiap hari dapat membantu menghilangkan kolesterol dari tubuh, mengatur kadar gula, mengurangi diabetes, hingga menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved