Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BERJALAN tanpa alas kaki alias nyeker bisa memberikan manfaat baik bagi tubuh. Akan tetapi jika dilakukan berlebihan justru ada dampak buruk yang mengintai. Jika ingin mendapatkan manfaat, kebiasaan berjalan tanpa alas kaki bisa dilakukan selama 5 menit setiap harinya.
Untuk melakukan kebiasaan tersebut, salah satu hal yang harus dihindari yakni jalan di permukaan yang tajam. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Arthur S., SpDVE, FINSDV memaparkan beberapa hal yang bisa terjadi apabila kamu terlalu sering berjalan tanpa alas kaki;
1. Kapalan
Baca juga : Perusahaan Alas Kaki di Salatiga Lakukan Ekspor
Kapalan di telapak kaki terjadi karena banyaknya gesekan di tempat yang sama di area telapak kaki.
"Tepatnya di mananya di telapak kaki kamu tergantung bentuk telapak kaki. Bagian tempat berat badan kamu paling banyak bertumpu dan bergesekan dengan lantai, itulah tempat pertama akan kapalan," kata dr Arthur seperti dikutip dari Instagram pribadinya @dokterkulitkucom, Selasa (6/8).
2. Pecah-pecah
Baca juga : Berjalan Kaki Bermanfaat Bagi Pertumbuhan Tulang Anak Hingga Lansia
Salah satu akibat yang paling sering muncul ialah telapak kaki yang pecah-pecah.
"Penyebabnya lagi lagi gesekan dan kering. Ketika kulit banyak terpapar hal-hal asing, pelindungnya pun menipis dan jadi kering," ungkap dr Arthur.
3. Jamur kaki
Baca juga : Lutut Kaku Saat Bangun Tidur? Waspadai Gejala Pengapuran Sendi
Apabila kamu sering jalan tanpa alas kaki ke daerah lembab yang sering digunakan oleh banyak orang seperti kamar mandi bersama di kosan, bisa memperbesar peluang munculnya masalah jamur kaki dan kuku.
Gejalanya di antaranya ialah:
- Telapak gatal dan merah, melepuh atau seperti kapalan dan pecah
- Kuku menjadi tebal
- Warna kuku menjadi putih susu kekuningan
- Kuku rapuh
- Memiliki bau yang tidak sedap.(M-3)
Pemilihan alas kaki seharusnya mengutamakan kenyamanan anak di atas fungsi korektif yang belum tentu diperlukan.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
PERSAINGAN industri alas kaki nasional yang selama ini didominasi pemain berskala besar dan merek global menjadi semakin ketat.
Indonesia dan AS masih bernegosiasi tarif untuk beberapa komoditas yang tidak bisa diproduksi AS untuk dikenakan tarif 0%.
Alas kaki mencakup berbagai jenis seperti sepatu, sandal, sepatu boots, hingga sepatu olahraga.
Pada kuartal pertama 2025, nilai ekspor produk alas kaki Indonesia mencapai 1,89 miliar dolar AS, meningkat 13,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved