Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MOMENTUM Hari Anak Nasional 2024 yang mengangkat tema 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju' menjadi penyemangat untuk selalu memberikan nutrisi berkualitas untuk buah hati.
Kehilangan kesempatan pada masa ini tidak dapat diubah, dan jika abai bisa memiliki konsekuensi penyakit kronis yang diderita anak dari mulai stunting, hingga gangguan kardiovaskuler, sampai gangguan pertumbuhan lain. Cukup banyak pula penelitian menunjukkan
bahwa anak yang menerima nutrisi dan stimulasi yang tepat selama 1000 HPK memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dan keterampilan sosial yang lebih baik.
Seperti kita ketahui, 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) adalah periode emas yang menentukan masa depan anak. Oleh karenana itu, Kalbe Nutritionals dan Morinaga berkomitmen mendukung orang tua mengoptimalkan periode krusial ini melalui Tiga Pilar: Gali Potensi, Beri Atensi, dan Nutrisi Terbaik.
Baca juga : Ini Pentingnya Waktu Kudapan Bagi Anak
Ditemui di tempat kerjanya (23/07), dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals menekankan pentingnya 1000 HPK untuk masa depan anak.
"Masa 1.000 HPK adalah masa di mana perkembangan otak dan organ tubuh yang paling pesat. Di masa ini, sekitar 80% sel saraf otak sudah selesai terbentuk dan merupakan masa yang sangat penting dalam perkembangan anak, di mana fondasi untuk kecerdasan, emosional, dan sosial anak terbentuk," kata dr Muliaman.
"Stimulasi dan nutrisi yang tepat selama periode ini sangat penting untuk mencapai potensi maksimal anak. Menyadarkan orang tua tentang pentingnya memberikan perhatian selama 1000 HPK adalah kunci untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal,” lanjutnya.
Baca juga : Siswa SD se-Indonesia Diajak Lakukan 3M ABC (Asupan nutrisi, Bergerak aktif, dan Ceria)
Tiga pilar pengasuhan ini karena dinilai krusial demi tumbuh kembang anak yang optimal. Yang pertama adalah pilar "Gali Potensi" yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka tanpa paksaan, mendorong mereka untuk menemukan potensi diri mereka.
Kedua, "Beri Atensi" yang menekankan pentingnya memberikan stimulasi, kasih sayang, dan interaksi yang berkualitas untuk membangun koneksi emosional yang kuat dan mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.
Ketiga, pilar "Nutrisi Terbaik" yang memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi anak dengan makanan bergizi seimbang dan suplemen yang tepat untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak, daya tahan tubuh kuat, dan fisik yang optimal. (H-2)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kekurangan asupan nutrisi bukan sekadar masalah fisik atau tubuh yang terlihat kurus. Lebih jauh, ketidakseimbangan gizi dapat mengganggu struktur fundamental otak.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved