Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BUNDA, sebagai orangtua kita perlu memaksimalkan dukungan untuk anak agar mereka dapat bertumbuh kembang secara optimal. Pertumbuhan optimal antara lain ditandai dengan bertambahnya berat dan tinggi badan anak. Untuk memantau pertumbuhan si kecil, orangtua perlu mengukur tinggi dan berat badan anak secara berkala sedari lahir, misal sebulan sekali, lalu mem-plotting hasilnya pada grafik pertumbuhan anak untuk memastikan tumbuh kembangnya berjalan normal.
Selain memantau tumbuh kembangnya, ada upaya lain yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan tumbuh kembang si kecil, termasuk agar anak tumbuh tinggi sesuai potensinya. Apa saja upaya tersebut? Berikut penjelasan dokter ortopedi konsultan pediatric orthopaedic dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT (K), pada acara Festival Anak Sehat Indonesia yang digelar RS Eka Hospital dan PT. Multi Medika Internasional Tbk (MMI), belum lama ini.
Tidur cukup dibutuhkan anak untuk dapat bertumbuh. Tidur memberi kesempatan pada anak untuk beristirahat. Saat tidur, terjadi perbaikan-perbaikan sel yang rusak. Selain itu, saat anak tidur, hormon pertumbuhan diproduksi. Hormon ini diperlukan untuk menambah tinggi badan anak.
Baca juga : Picky Eater pada Anak, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
“Mungkin kita pernah mendengar orangtua jaman dulu sering mengatakan ‘Ayo tidur siang, kalau enggak tidur nanti enggak tinggi, lo!’ Ternyata itu ada benarnya. Karena growth hormone atau hormon pertumbuhan dilepas saat kita tidur. Jadi, kalau anak tidurnya kurang, growth hormon yang dihasilkan menjadi tidak maksimal,” papar dr. Patar pada acara yang digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2024 itu.
Mengutip situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berikut lama waktu tidur per hari yang dibutuhkan anak sesuai usianya:
Kecukupan nutrisi merupakan hal paling utama bagi tumbuh kembang anak. Mereka memerlukan zat gizi makro, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein, serta zat gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral. Untuk menjamin pemenuhan zat-zat gizi itu, anak perlu mengonsumsi makanan dari sumber yang bervariasi setiap harinya. Sebab, setiap bahan makanan memiliki komposisi gizi yang berbeda-beda. Gunakan panduan Isi Piringku yang dikeluarkan Kemenkes untuk memastikan anak mendapat asupan gizi seimbang.
Dorong anak untuk aktif bergerak. Tujuannya, agar pertumbuhan tulang bisa optimal sehingga anak dapat tumbuh tinggi. Jangan biarkan anak menganut gaya hidup sedentary living alias minim gerak. Misalnya, terlalu lama duduk bermalas-malasan dan main gawai berjam-jam. Sebaiknya, ajak mereka melakukan permainan yang melibatkan aktivitas fisik, seperti berjalan, berlari, dan melompat.
Sementara itu, terkait Festival Anak Sehat Indonesia, CEO PT. MMI Tbk. Mengky Mangarek menyampaikan, pihaknya mendukung Eka Hospital dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Dukungan yang diberikan berupa pemberian Popok Bayi Miubaby, Miutiss Premium Bamboo Tissue, dan Miu Mask untuk digunakan dalam rangkaian kegiatan edukasi tumbuh kembang anak. (B-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kualitas fisik seseorang di masa tua sangat bergantung pada tabungan pola hidup yang dibangun sejak masa kanak-kanak hingga dewasa muda.
Enamel adalah material paling keras di tubuh manusia, lebih kuat dari tulang.
Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap risiko yang dapat muncul dari manipulasi intens pada leher.
Gigi dan tulang berbeda dari segi asal, struktur, dan fungsi. Gigi untuk mengunyah, tulang memberi kerangka dan perlindungan organ vital.
Osteoporosis sering kali disebut sebagai silent disease, karena baru diketahui setelah terjadi patah tulang.
Osteoporosis merupakan penyakit progresif yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi patah tulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved