Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo memberikan panduan kepada orang tua untuk mempersiapkan anak agar semangat memasuki sekolah.
"Tanamkan hal positif tentang sekolah, seperti menciptakan kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak teman dan menghindari memberi tekanan berlebihan pada anak," kata Vera dikutip dari Antara, Sabtu, (6/7).
Selain itu, Vera menyarankan agar orang tua mengajak anak untuk mengunjungi sekolahnya sebelum hari pertama masuk, terutama jika anak tersebut naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Baca juga : Kematangan Anak Masuk Sekolah tidak Dilihat dari Usia
"Ajak anak bermain di lingkungan sekolah sebelum dimulainya tahun ajaran baru untuk membiasakan diri dengan calon sekolahnya dari luar," kata dia.
Vera juga menegaskan pentingnya mengembangkan potensi anak tidak hanya dalam hal akademis, tetapi juga dalam aktivitas non-akademis seperti olahraga atau seni.
"Jangan memberi tuntutan berlebihan pada anak dan berfokus pada pengembangan kelebihan mereka."
Baca juga : Pendidikan Nasional masih Hadapi Tantangan Literasi dan Numerasi
Ketika anak menghadapi hari pertama sekolah, seperti saat memulai Taman Kanak-Kanak (TK) atau Sekolah Dasar (SD), disarankan untuk tiba lebih awal agar mereka memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi.
"Berkenalan dengan orang tua murid lainnya dapat membantu anak memperluas jaringan sosialnya di luar jam belajar, dan atur playdate untuk anak dengan teman-temannya sekelasnya," jelas dia.
Vera juga menyoroti pentingnya dukungan dari guru di sekolah untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak saat berada di lingkungan sekolah.
Baca juga : Pendidikan Nasional masih Hadapi Tantangan Literasi dan Numerasi
"Komunikasi antara orang tua dan guru sangat penting untuk memahami kebutuhan khusus anak dalam proses adaptasi mereka," kata dia
Bagi anak yang akan memulai jenjang pendidikan baru setelah libur panjang, Vera menyarankan agar mereka kembali membangun rutinitas seperti saat hari-hari sekolah normal, termasuk tidur tepat waktu, bangun pagi, dan mempersiapkan perlengkapan sekolah dengan baik jauh sebelum dimulainya tahun ajaran baru.
"Disiplin dibina dari keseharian anak melalui jadwal rutin yang konsisten. Jadwal dapat dibuat dan disepakati bersama dengan anak," jelas dia
Vera menekankan, peran guru sangat krusial dalam membantu anak beradaptasi di sekolah, karena mereka merupakan figur pengganti orang tua di lingkungan sekolah yang memberikan perlindungan dan dukungan bagi anak-anak mereka. (Z-10)
Cantik bagi wanita Indonesia memang masih dikategorikan sosok wanita yang putih bersih, langsing, dan tirus.
TIM tim e@Robotclub Sumatera berhasil menorehkan prestasi di ajang International Robotic Competition 15th STEAM CUP Malaysia 2025
OLAHRAGA padel memiliki sejumlah manfaat penting bagi kesehatan, mulai dari aspek fisik hingga mental, namun tidak semua orang aman untuk langsung memainkannya.
TIM basket AirOne KU 12 harus puas finish di posisi runner-up pada turnamen RPM Tersohor Basketball Tournament 2025 usai duel melawan Cougar Indonesia
Psikolog Klinis Forensik dari Universitas Indonesia (UI), Kasandra Putranto, menyebut ada dampak kesehatan mental dari mengikuti permainan yang sangat kompetitif, seperti Koin Jagat.
Prabowo mengaku masih ada segelintir orang yang menganggap rencananya itu sulit terealisasi.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved