Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LIBURAN menjadi waktu yang dinantikan untuk dinikmati bersama keluarga. Sayangnya tidak selalu liburan berlangsung mulus tanpa ada kendala.
Terkadang kebersamaan itu berakhir dengan pertengkaran antar anak-anak. Tentunya hal tersebut membuat ketegangan dan suasana yang tidak baik dan membuat orangtua stress.
Lalu apa yang membuat anak-anak bertengkar dan berprilaku buruk saat liburan dan bagaimana cara mengatasi hal tersebut ? berikut penjelasannya !
Baca juga : Orangtua Diingatkan Siapkan Ketahanan Fisik Anak untuk Kembali ke Sekolah
Dilansir dari Parents.com Penulis buku "Elevating Futures: A Model For Empowering Black Elementary Student Success" serta CEO dan salah satu pendiri Center of Hope Family Services Tracee Perryman, PhD menyatakan penting mempertimbangkan bagaimana struktur dan pengaruh positif lainnya hilang selama musim panas, yang dapat menyebabkan perilaku tidak baik.
“Saat liburan musim panas dimulai, Anda tergoda untuk menciptakan lingkungan yang sangat santai untuk anak-anak,” katanya.
“Namun, anak-anak berkembang di bawah struktur dan jadwal harian, yang mereka terima saat berada di sekolah.”
Baca juga : Orangtua, Jangan Abaikan Anak yang Enggan Masuk Sekolah Usai Liburan
Ternyata perubahan rutinitas saat musim liburan dimulai dapat menciptakan ke tidak tenangan dan pertengkaran pada anak.
Jenny Yip, PsyD, seorang psikolog klinis bersertifikat dan penulis "Hello Baby, Goodbye Intrusive Thoughts," memberikan argumen menarik mengapa anak-anak tidak sebenarnya berperilaku lebih buruk selama musim panas.
Dia mempertanyakan, "Apakah anak-anak Anda benar-benar berperilaku lebih buruk selama musim panas, atau apakah Anda hanya lebih memperhatikan perilaku mereka karena Anda menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka?"
Baca juga : Ini Tips Liburan Bersama Anak dari Caca Tengker
Lalu apa strategi yang bisa dipakai sebagai orangtua untunk mengatasi masalah ini?
Sebagai orangtua, kita harus mengerti mengapa hal yang kita lakukan untuk memperbaiki pertengkaran ini tidak berhasi. Yang paling sering terjadi saat ingin mendisiplinkan anak kehilangan kesabaran, bertriak dan memberikan ancaman-ancaman kepada anak.
Tetapi menurut Amy Jackson, PhD,MBA, Kepala Strategi Pembelajaran Dini untuk Primrose Schools “berteriak bisa sangat berbahaya, karena dikaitkan dengan kecemsan, depresi, dan harga diri yang rendah pada anak-anak. Tidak hanya itu, hal itu juga mengajarkan anak-anak bahwa berteriak itu tiidak apa-apa”uajrnya.
Baca juga : Isi Liburan Sekolah dengan Ajak Anak Bermain Sambil Belajar
Konflik antar saudara merupakan hal yang normal dan ternyata memiliki manfaat lo, dengan bertengkar anak mampu mengasah keterampilan nya dalam menyelesaikan konflik.
Namun jika konflik yang dihadapi begitu berat tentu orangtua harus andil di dalamnya untuk membantu menyelesaikan konflik tersebut.
Pertengkaran antara anak-anak selama liburan adalah hal yang wajar dan bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat.
Dengan mengenali penyebab pertengkaran, memberikan perhatian yang cukup, serta mengajarkan keterampilan penyelesaian konflik, Anda dapat menciptakan suasana liburan yang lebih damai dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.
Ingatlah untuk tetap sabar dan bijaksana dalam menghadapi setiap situasi, sehingga liburan menjadi waktu yang penuh kebahagiaan dan kenangan indah. (Z-3)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved